News

Keutamaan Puasa Arafah

Keutamaan Puasa Arafah

Tahukah kak, inilah keutamaan puasa arafah yang dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah atau tepatnya pada 30 Juli 2020. Yuk Kak, simak sama-sama…

Bulan ini dinamakan bulan Dzulhijjah atau bulan haji, sebab pada bulan ini dilaksanakannya perintah Allah yaitu haji. Tepatnya yaitu pada tanggal 10 bulan Dzulhijjah. Setiap umat muslim diseluruh dunia memperingati tanggal 10 bulan Dzulhijjah ini sebagai Hari Raya Idul Adha atau di Indonesia juga disebut sebagai Hari Raya Qurban.

Pada bulan Dzulhijjah ini, umat islam berbondong-bondong untuk menunaikan haji dan juga qurban. Tapi selain itu, ada juga sunnah yang sangat dianjurkan untuk diamalkan. Yaitu puasa sunnah pada bulan Dzulhijjah, antara lain puasa arafah dan juga puasa tarwiyah.

Puasa arafah

Salah satu amalan di bulan Dzulhijah adalah puasa arafah pada hari arafah. Yaitu puasa yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah atau tanggal 30 Juli 2020. Disebut puasa arafah sebab, pada tanggal 9 Dzulhijjah, saudara kita yang melaksanakan haji sedang wukuf di padang arafah. Jadi yang dijadikan ukuran/patokan pelaksanaan puasa ini adalah hari ketika wukuf dilaksanakan. (Jika terjadi perbedaan penanggalan Arab Saudi dengan negara lain.

Puasa arafah tidak untuk yang berhaji

Puasa arafah dilaksanakan bagi orang yang tidak melaksanakan ibadah haji, sedangkan orang yang berhaji tidak disunnahkan untuk melaksanakan puasa ini.

“Dari Ummul Fadhl binti al-Harits, bahwa orang-orang berbantahan di dekatnya pada hari Arafah tentang puasa Nabi . Sebagian mereka mengatakan, ‘Beliau berpuasa.’ Sebagian lainnya mengatakan, ‘Beliau tidak berpuasa.’ Maka Ummul Fadhl mengirimkan semangkok susu kepada beliau, ketika beliau sedang berhenti di atas unta beliau, maka beliau meminumnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Keutamaan Puasa Arafah

Keutamaan puasa arafah

Hari arafah bukan hanya hari yang istimewa bagi orang-orang yang melaksanakan haji, namun bagi seluruh umat muslim.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Tidak ada satu hari yang lebih banyak Allah memerdekakan hamba dari neraka pada hari itu daripada hari Arafah. Dan sesungguhnya Allah mendekat, kemudian Dia membanggakan mereka (para hamba-Nya yang sedang berkumpul di Arafah) kepada para malaikat. Dia berfirman, ‘Apa yang dikehendaki oleh mereka ini?‘” (HR. Muslim).

Oleh karena itu, bagi kita yang tidak melaksanakan haji, kita mesti memperbanyak amal shalih pada hari arafah tersebut.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Tidak ada satu amal shalih yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal shalih yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzulhijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.” (HR. Abu Dawud).

Baca Juga : 5 Amalan Yang Setara Dengan Pahala Haji

Setiap amal shalih meskipun hanya sedikit, tetap akan dihitung disisi Allah. Namun, yang paling disunnahkan pada hari arafah ini adalah berpuasa.

Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda : “Puasa satu hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah), aku berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya. Puasa hari ‘Asyura’ (tanggal 10 Muharram), aku berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya.” (HR. Muslim).

Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang seluruh dosanya telah diampuni dan sudah pasti masuk surga pun berpuasa pada hari arafah.

“Ada empat perkara yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah yaitu puasa asyura, puasa hari arafah, puasa tiga hari setiap bulan dan shalat dua rakaat sebelum subuh” (HR. An Nasa’i dan Ahmad).

Hadits diatas menunjukkan keutamaan dari puasa arafah dan besarnya pahala puasa tersebut, karena disebutkan pahalanya adalah menghapuskan dosa dua tahun. Namun, tidak dibenarkan bila alasan puasa arafah adalah untuk membiarkan diri agar merasa aman dalam melakukan dosa besar.

Sebab dosa yang disinggung dalam hadits adalah dosa kecil saja. Tetapi meski demikian, kita sebagai hambaNya harus berusaha sekuat mungkin untuk tidak melakukan dosa, baik besar maupun kecil.

Yuk sahabat, menuju Hari Raya Idul Adha, mari kita memperbanyak amal shalih. Dan jangan lupa untuk berpuasa pada Tanggal 9 Dzulhijjah (30 Juli 2020) nanti. Semoga Allah terima setiap amal shalih yang kita lakukan. Aamiin…

 

Share it on