Griya Yatim & Dhuafa

Keutamaan Seorang Ibu Dalam Islam

Donasiberkah.id- Ibu adalah orang yang paling layak untuk mendapatkan perlakuan paling baik. Islam menaruh perhatian khusus terhadap sosok ibu sehingga wajib untuk dimuliakan dan berbuat baik kepadanya.

Bukti bahwa Islam sangat memuliakan perempuan yaitu diabadikannya salah satu surat Al-Qur’an dengan nama Surat An-Nisa’ (perempuan) terdiri atas 176 ayat. Banyak Hadis Nabi menerangkan keutamaan memuliakan Ibu dan berbakti kepadanya.

Berikut adalah keutamaan-keutamaan ibu dalam Islam.

1. Ibu Lebih Berhak Diperlakukan Baik

 

Dari Mu’awiyah bin Haidah Al-Qusyairi radhiyallahu ‘anhu, beliau bertanya kepada Nabi:

يا رسولَ اللهِ ! مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ : قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أباك ، ثُمَّ الأَقْرَبَ فَالأَقْرَبَ

“Wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnya” (HR Al Bukhari).

2. Kedudukan Ibu 3 Kali Lebih Mulia dari Ayah

Muslim ibu Stok Vektor, Ilustrasi Muslim ibu Bebas Royalti | Depositphotos®

Dari Miqdam bin Ma’di Yakrib radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

نَّ اللَّهَ يوصيكم بأمَّهاتِكُم ثلاثًا، إنَّ اللَّهَ يوصيكم بآبائِكُم، إنَّ اللَّهَ يوصيكم بالأقرَبِ فالأقرَبِ

“Sesungguhnya Allah berwasiat 3 kali kepada kalian untuk berbuat baik kepada ibu kalian, sesungguhnya Allah berwasiat kepada kalian untuk berbuat baik kepada ayah kalian, sesungguhnya Allah berwasiat kepada kalian untuk berbuat baik kepada kerabat yang paling dekat kemudian yang dekat.” (HR. Ibnu Majah).

Baca Juga : Kisah Uwais Al-Qarni, Pemuda yang Viral di Langit

3. Bakti Kepada Ibu Amalan Paling Mendekatkan Diri kepada Allah

 

Dari Atha bin Yassar, ia berkata:

عن ابنِ عبَّاسٍ أنَّهُ أتاهُ رجلٌ ، فقالَ : إنِّي خَطبتُ امرأةً فأبَت أن تنكِحَني ، وخطبَها غَيري فأحبَّت أن تنكِحَهُ ، فَغِرْتُ علَيها فقتَلتُها ، فَهَل لي مِن تَوبةٍ ؟ قالَ : أُمُّكَ حَيَّةٌ ؟ قالَ : لا ، قالَ : تُب إلى اللَّهِ عزَّ وجلَّ ، وتقَرَّب إليهِ ما استَطعتَ ، فذَهَبتُ فسألتُ ابنَ عبَّاسٍ : لمَ سألتَهُ عن حياةِ أُمِّهِ ؟ فقالَ : إنِّي لا أعلَمُ عملًا أقرَبَ إلى اللَّهِ عزَّ وجلَّ مِن برِّ الوالِدةِ

“Dari Ibnu ‘Abbas, ada seorang lelaki datang kepadanya, lalu berkata kepada Ibnu Abbas:

Saya pernah ingin melamar seorang wanita, namun ia enggan menikah dengan saya. Lalu ada orang lain yang melamarnya, lalu si wanita itu mau menikah dengannya. Aku pun cemburu dan membunuh sang wanita tersebut. Apakah saya masih bisa bertaubat? Ibnu Abbas menjawab: Apakah ibumu masih hidup? Lelaki tadi menjawab: Tidak, sudah meninggal. Lalu Ibnu Abbas mengatakan: Kalau begitu bertaubatlah kepada Allah dan dekatkanlah diri kepadaNya sedekat-dekatnya. Lalu lelaki itu pergi. Aku (Atha’) bertanya kepada Ibnu Abbas: kenapa anda bertanya kepadanya tentang ibunya masih hidup atau tidak? Ibnu Abbas menjawab: aku tidak tahu amalan yang paling bisa mendekatkan diri kepada Allah selain Birrul Walidain (berbakti kepada orangtua).” (HR. Al Bukhari).

4. Ridho Allah Terletak Pada Ridho Orangtua

Dalam bebera riwayat disebutkan bahwa Nabi ﷺ bersabda:

رِضَا اَللَّهِ فِي رِضَا اَلْوَالِدَيْنِ, وَسَخَطُ اَللَّهِ فِي سَخَطِ اَلْوَالِدَيْنِ

“Ridha Allah ada pada ridha kedua orangtua dan kemurkaan Allah ada pada kemurkaan kedua orang tua.” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Hibban, Hakim).

5. Berbakti kepada Ibu Menjadi Sebab Seseorang Masuk Surga

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad dan disahihkan oleh Imam Al-Hakim.

عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ جَاهِمَةَ السَّلَمِيِّ ، أَنَّ جَاهِمَةَ رضي الله عنه جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَدْتُ أَنْ أَغْزُوَ وَقَدْ جِئْتُ أَسْتَشِيرُكَ . فَقَالَ : هَلْ لَكَ مِنْ أُمٍّ ؟ قَالَ نَعَمْ . قَالَ: فَالْزَمْهَا فَإِنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ رِجْلَيْهَا

“Dari Mu’awiyah bin Jahimah As-Sulami, ia datang menemui Rasulullah ﷺ. Ia berkata, ‘Wahai Rasulullah, saya ingin ikut berperang dan saya sekarang memohon nasihat kepadamu?’ Rasulullah lalu bersabda: “Kamu masih punya ibu?” Mu’awiyah menjawab, “Ya, masih.” Rasulullah bersabda: “Berbaktilah kepada ibumu (lebih dahulu) karena sungguh ada surga di bawah kedua kakinya.” Demikian lima keutamaan berbakti kepada ibu yang kami rangkum dari beberapa Hadis yang masyhur. Selain Hadis di atas, Al-Qur’an juga menegaskan keutamaan memuliakan ibu dan berbakti kepadanya.

Allah Ta’ala berfirman:

وَوَصَّيۡنَا الۡاِنۡسٰنَ بِوَالِدَيۡهِ‌ۚ حَمَلَتۡهُ اُمُّهٗ وَهۡنًا عَلٰى وَهۡنٍ وَّفِصٰلُهٗ فِىۡ عَامَيۡنِ اَنِ اشۡكُرۡ لِىۡ وَلِـوَالِدَيۡكَؕ اِلَىَّ الۡمَصِيۡرُ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.” (QS. Luqman Ayat 14).

Hal-hal yang menyebabkan seorang anak wajib berbuat baik kepada ibu:

Muslim mother holds the baby in her arms. Woman cradles a newborn. Cartoon design, health, care, maternity parenting. Vector illustration isolated on white background in trendy flat style. Muslim mother stock illustrations

1. Ibu mengandung seorang anak sampai ia dilahirkan. Selama masa mengandung itu, ibu menahan dengan sabar penderitaan yang cukup berat, mulai pada bulan-bulan pertama, kemudian kandungan itu semakin lama semakin berat, dan ibu semakin lemah, sampai ia melahirkan. Kekuatannya baru pulih setelah habis masa nifas.

2. Ibu menyusui anaknya sampai usia dua tahun. Banyak penderitaan dan kesukaran yang dialami ibu dalam masa menyusukan anaknya. Hanya Allah yang mengetahui segala penderitaan itu.

Maukah sahabat jadi bagian dari pensejahtera anak-anak yatim dan dhuafa? Yuk tunaikan zakat, infaq-sedekah maupun wakaf di link kebaikan di bawah ini:

English EN Indonesian ID
Scroll to Top