Griya Yatim & Dhuafa

Kewajiban Memuliakan Tetangga

Griya Yatim Dhuafa

Donasiberkah.id- Tetangga memiliki posisi penting dalam Islam yang mesti mendapat perhatian. Baik terhadap tetangga menjadi tolak ukur orang itu beriman.

Dari Abu Syuraih r.a. bahwa Nabi Muhammad ﷺ bersabda, “Demi Allah, seseorang tidak beriman; demi Allah, seseorang tidak beriman; demi Allah, seseorang tidak beriman.” Ada yang bertanya, “Siapa itu, Ya Rasulallah?” Jawab Nabi, “Yaitu orang yang tetangganya tidak aman dari gangguannya.” (HR. Bukhari).

Imam Al-Ghazali dalam Ikhtisar Ihya Ulumiddin mengatakan sesungguhnya tetangga memiliki hak yang sama dengan hak kaum Muslimin secara keseluruhan. Namun, hak mereka bertambah sebab menjadi tetangga.

Rasulullah ﷺ bersabda,

“Ada tiga macam tetangga, yaitu tetangga yang memiliki satu hak, tetangga yang memiliki dua hak dan tetangga yang memiliki tiga hak. Adapun tetangga yang memiliki tiga hak adalah tetangga Muslim yang memiliki hubungan kekerabatan. Lalu tetangga yang memiliki satu hak adalah tetangga musyrik. Sedangkan tetangga yang memiliki dua hak adalah tetangga Muslim.”

Diakuinya hak seorang musyrik dengan sebab bertetangga. Hak yang diberikan ini menunjukkan betapa pentingnya hak tetangga untuk dipenuhi.

Dari Aisyah r.a. Rasulullah ﷺ bersabda: “Jibril selalu berwasiat kepadaku agar memenuhi hak tetangga sehingga aku mengira tetangga akan menjadi ahli waris.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Tirmidzi).

Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan menyakiti tetangganya. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah menghormati tamunya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata baik atau diam.” (Bukhari, Muslim dan Ibnu Majah).

Begitu pentingya berbuat baik kepada tetangga terutama Muslimah yang sering berinteraksi dengan mereka, seperti halnya kita baik kepada keluarga. Rasulullah ﷺ mengingatkan agar Muslimah menghormati pemberiannya.

Dari Abu Haurairah r.a. berkata, Nabi Muhammad ﷺ pernah bersabda, “Wahai para wanita muslimah, janganlah ada seorang tetangga yang meremehkan hadiah tetangganya meskipun kikil (kaki) kambing.” (Bukhari dan Muslim).

Baca Juga : Hak-Hak Anak Yatim Dalam Islam (Bagian Dua)

Banyak cara yang bisa dilakukan seorang muslim untuk memuliakan tetangganya. Berikut di antaranya:

1. Saling Berbagi Kepada Tetangga

Free Photo | Hand giving soup bowl to needy person

Saling berbagi rezeki kepada tetangga merupakan adab yang baik, bahkan Rasulullah ﷺ juga menganjurkan kepada ummatnya untuk tidak kikir dan saling berbagi walau hanya dengan makanan yang sedikit. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Rasulullah ﷺ dalam hadisnya yang berbunyi. “Wahai Abu Dzar, apabila kamu memasak sayur daging kuah maka perbanyaklah airnya dan berilah tetanggamu.” (HR. Muslim).

2. Menjenguk Ketika Sakit

Doa Menjenguk Orang Sakit dan Ketahui Adabnya

Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Imam Ahmad bahwa salah satu adab dalam bertetangga yang dilakukan oleh Rasulullah ﷺ ialah dengan menjenguk ketika sakit. Rasulullah ﷺ bersabda yang artinya, “Apabila seseorang menjenguk saudaranya yang muslim yang sedang sakit, maka seakan-akan dia berjalan sambil memetik buah-buahan surga sehingga dia duduk, apabila sudah duduk maka diturunkan kepadanya rahmat dengan deras. Apabila menjenguknya di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat mendoakannya agar mendapat rahmat hingga waktu sore tiba. Apabila menjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendoakannya agar diberi rahmat hingga waktu pagi tiba.”

3. Saling Menghormati dan Tidak Mengganggu Tetangga

Ancaman Mengganggu Tetangga | Markaz Imam Malik

Saling menghormati dan tidak berlaku zalim kepada tetangga merupakan perbuatan yang terpuji dan tidak sepantasnya dilakukan. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Rasulullah ﷺ dalam sebuah hadis yang artinya,

“Barangsiapa yang pernah menganiaya saudaranya baik yang berhubungan dengan kehormatan diri maupun sesuatu, maka hendaklah ia minta maaf sekarang juga, sebelum datangnya saat di mana dinar dan dirham tidak berguna, di mana bila mempunyai amal shalih, maka amal itu akan diambil sesuai dengan kadar penganiayaannya. Bila ia tidak mempunyai kebaikan, maka kejahatan orang yang dianiayanya itu diambilnya dan dibebankan kepacithiya.” (HR. Imam Bukhari).

Salah satu aktivitas di rumah kita yang mengganggu tetangga, seperti renovasi rumah, suara-suara aktivitas itu pasti akan terdengar dan kemungkinan menganggu ketentraman tetangga kita, maka wajib bagi kita sebelum itu untuk meminta izin sebelum merenov dan memint maf setelahnya. Pun hal yang serupa jika kita melakukan hajatan dan hal lain yang sekiranya bisa mengganggu sesama.

4. Berbuat Baik Kepada Tetangga

Menunaikan Hak Tetangga Sebagian dari Iman, Bagaimana jika Bertetangga  dengan Non Muslim? - Bincang Muslimah

Di antara bentuk berbuat baik kepada tetangga ialah dengan menyapa tetangga dan juga saling bersedekah saling memberi makanan atau menjenguk mereka ketika sakit, memenuhi undangan, serta mendoakannya.

Memuliakan dan menghormati tamu adalah tanda orang yang beriman kepada Allah dan juga Rasulnya. Tetangga adalah pihak yang paling dekat dalam kehidupan kita. Maka dari itu muliakan tetangga serta jagalah hak-haknya serta berbuat baik kepada mereka merupakan suatu kewajiban yang harus kitalakukan.

Maukah sahabat jadi bagian dari GYD (Generasi Yang Dermawan) untuk mensejahterakan anak-anak yatim dan dhuafa? Yuk tunaikan zakat, inaq-sedekah maupun wakaf di link kebaikan di bawah ini:

121 views
English EN Indonesian ID