Griya Yatim & Dhuafa

Kisah Salman yang Menegur Ibadah Abu Darda’ 

Griya Yatim Dhuafa

Donasiberkah.id- Saat kedatangan Rasulullah ﷺ di Madinah, untuk mempererat persaudaraan antara kaum Muhajirin (kelompok pendatang) dan kaum Anshor (penduduk asli Madinah), Nabi memiliki kebijakan untuk mempersaudarakan (al-ikha’) setiap orang.

Salman Al-Farisi dengan nama barunya ini pun tidak luput dari kebijakan tersebut. Di Madinah, Salman diikat persaudaraan dengan Abu Darda’, seorang penduduk asli yang sangat rajin beribadah.

Bahkan dalam riwayat Imam al-Bukhari (Hadist no. 1867 dari riwayat Juhaifah RA) disebutkan bahwa ibadah Abu Darda’ masuk pada kategori ekstrem. Padahal, pemahaman dan perilaku agama yang ekstrem tidak dianjurkan.

Rasulullah ﷺ pernah menegur sahabat Mu’adz bin Jabal ketika menjadi imam salat karena berlama-lama dengan bacaan surat yang begitu panjang. Hal yang menunjukkan bahwa pada tataran kecil saja, Nabi begitu memerhatikan aspek keseharian para Sahabatnya.

Hal yang sama terjadi dengan Abu Darda’, sahabat yang terla dan bertamulu giat dalam ibadah. Salman baru mengetahui hal itu saat mengunjungi kediaman Abu Darda’.

Salman heran melihat kelakuan dan penampilan Ummu Darda’, istri Abu Darda’, yang murung dengan pakaian kumal tidak terawat.

Khadijah: Kisah Cinta Rasulullah, Salam dari Allah, dan Sorban Malaikat  Jibril Halaman 1 - Kompasiana.com

Salman pun bertanya kepada Ummu Darda’. “Apa yang terjadi padamu?.”

“Lihatlah itu saudaramu,” kata Ummu Darda’, “dia tidak lagi membutuhkan dunia. Lalu untuk apa aku perlu memperhatikan diriku di hadapannya?”

Abu Darda’ adalah salah satu sahabat Nabi yang selalu berpuasa setiap hari, shalat sepanjang malam, sampai keluarganya tidak pernah diperhatikan.

Melihat perilaku istri Abu Darda’, Salman berkesimpulan Abu Darda’ tidak peduli dengan keluarganya sendiri dan lebih memilih untuk selalu beribadah.

Tak berselang lama Abu Darda’ datang membawa makanan dan mempersilakan saudaranya ini makan. 

“Makanlah, aku sedang berpuasa,” kata Abu Darda’ sedikit acuh.

12 Makanan Khas Arab Saudi yang Terkenal Lezat

Mendengar itu, Salman sedikit terkejut. Jika Abu Darda’ selalu berpuasa, bagaimana ia memenuhi kebutuhan lahir-batin istrinya?.

Akhirnya Salman pun berkata. 

“Aku tidak akan makan kecuali kamu ikut makan,” kata Salman.

Karena tidak enak dengan kunjungan saudaranya, dan setiap Muslim harus memuliakan tamunya, maka Abu Darda’ akhirnya makan memilih makan dan membatalkan puasanya.

Baca Juga : Sa’ad bin Ubadah Sahabat yang Gemar Sedekah

Hal ini terus berlangsung setiap kali Salman mengunjungi kediaman Abu Darda’. Bahkan pada suatu malam, Abu Darda’ dengan entengnya meninggalkan pertemuan dengan Salman di rumahnya.

“Engkau pasti lelah, tidurlah di ruang ini.”

Ia beranjak sembari mengenakan pakaian untuk salat sunnah dan berdzikir sepanjang malam. 

Salman pun menegur. “Tidurlah Abu Darda’.”

Tentu saja teguran ini didasari setelah memperhatikan bahwa Abu Darda’ sebenarnya sudah sangat letih. Abu Darda’ pun tidur.

Karena takut bahwa saudaranya akan bangun lagi dan akan melaksanakan salat lagi, Salman memilih tidak pulang. Benar saja, tidak berselang lama Abu Darda’ terbangun dan ingin melakukan salat lagi.

Baru akan bangun dari tempat tidurnya, Salman langsung menegur kembali, “Tidurlah.” Abu Darda’ lalu tidur kembali.

Ketika sudah sepertiga malam, Salman yang semalaman menunggu tidur Abu Darda’ pun membangunkannya. “Nah, sekarang bangunlah,” kata Salman sambil mengajak salat bersama.

Bacaan Niat Sholat Tahajud Terlengkap - Ayo Surabaya

Ketika shalat malam selesai, Salman pun menegur saudaranya ini.

“Sesungguhnya Rabbmu memiliki hak atasmu yang harus kau tunaikan, dan dirimu punya hak atasmu yang harus kau tunaikan, badan dan matamu memiliki hak untuk istirahat, dan keluargamu punya hak atasmu yang harus kau tunaikan,” kata Salman. 

Salman melanjutkan, “Tunaikanlah hak-hak tersebut kepada setiap pemiliknya.” mengakhiri pembicaraan malam itu.

Beberapa hari kemudian akhirnya Abu Darda’ mengadu kepada Rasulullah ﷺ prihal Salman yang membuat agendanya hariannya (puasa batal dan shalat jadi berkurang).

57+ Gambar Kaligrafi Islam, Bagus Keren Wallpaper

Namun hal yang disampaikan Salman dibenarkan Rasulullah ﷺ. Hal yang menunjukkan bahwa ibadah yang melebihi batas merupakan tindakan yang tidak diperkenankan. Karena saat menegur Mu’adz, sahabat yang suka berlama-lama dalam salat seperti kisah sebelumnya, Rasulullah ﷺ pernah berpesan. “Permudahlah dan jangan mempersulit, kabarkanlah kegembiraan dan jangan memberitakan ancaman, bersepahamlah dan jangan berselisih.”

Maukah sahabat jadi bagian dari GYD (Generasi Yang Dermawan) untuk mensejahterakan anak-anak yatim dan dhuafa? Yuk tunaikan zakat, inaq-sedekah maupun wakaf di link kebaikan di bawah ini:

31 views
English EN Indonesian ID