News

Lisan Sebagai Kunci Amalan

Sebagai makhluk sosial, kita tidak bisa menghindarkan diri dari berbagai interaksi sosial. Berbicara merupakan kebutuhan pokok manusia. Tanpa berbicara, sulit untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, kita harus bersyukur kepada Allah yang telah memberikan berbagai nikmat, salah satunya adalah nikmat lisan. Ingat ya Lisan Sebagai Kunci Amalan.

Sebagai bentuk syukur kita kepada Allah karena telah diberikan lisan, kita harus menggunakan lisan kita untuk hal-hal yang baik. Yaitu, berzikir kepada Allah, mengaji, berdakwah, dan hal-hal lainnya yang merupakan bentuk kebaikan.

Dalam Al-Qur’an seringkali Allah sebutkan untuk menjaga lisan, sebab kita tidak pernah luput dari pengawasanNya. Allah berfirman : “Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaaf : 18).

Lisan Sebagai Kunci Amalan

Sahabat dermawan, Rasulullah memberikan pelajaran kepada Mu’adz bin Jabal dengan menyebutkan bahwa kunci dan kendali dari amalan-amalan yang dapat memasukan ke dalam surga dan menjauhkan dari neraka dan agar mencapai kesempurnaannya adalah mengendalikan lisan. Dalam hadits lain disebutkan bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah,“Ya Rasulullah , tunjukanlah aku kepada amalan yang bisa memasukanku ke dalam surga,” Rasulullah menjawab, “jagalah ini.” Sambil menunjuk ke lidahnya.

Maka, orang yang lisannya terjaga dari menyakiti orang lain, akan menjadi hal yang utama untuk menyempurnakan amalan-amalan. Allah berfirman : “Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.” (QS. Al Baqarah: 263).

Perkataan yang buruk itu dapat menghilangkan kebaikan-kebaikan yang telah dilakukannya sebelumnya. Dalam sebuah riwayat, ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah, “ ’Ya Rasulullah! Sungguh si fulanah itu terkenal banyak shalat, puasa, dan sedekahnya. Akan tetapi juga terkenal jahat lidahnya terhadap tetangga-tetangganya.’ Maka berkatalah Rasulullah SAW kepadanya, ‘Sungguh ia termasuk ahli neraka’. Kemudian laki-laki itu berkata lagi, ‘Kalau si fulanah yang satu lagi terkenal sedikit shalat, puasa dan sedekahnya, akan tetapi ia tidak pernah menyakiti tetangganya.’ Maka Rasulullah berkata, ‘Sungguh ia termasuk ahli surga.’ “ (HR.Muslim).

Lisan menjadi sebab seseorang masuk neraka

Rasulullah berkata, “tidaklah manusia dijerumuskan ke dalam neraka kecuali karena lisan mereka.” (HR. Al-Bazzar). Ibnu Rajab Al-Hambali berkata, yang dimaksud dengan hasil dari lisannya adalah balasan dari ucapan yang haram. Seolah-olah manusia telah menanam dengan ucapan dan amalannya, yang baik dan yang buruk. Kemudian hari kiamat, ia akan menuai apa yang telah di tanam, kebaikan akan beruntung, kejahatan akan menuai penyesalan.

Baca Juga : Kalimat Yang Baik Itu Adalah Sedekah

Lidah memang tidak bertulang, membuat manusia terkadang tak mampu mengontrol setiap ucapan yang keluar dari mulutnya. Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya seorang hamba benar-benar mengucapkan kata-kata tanpa dipikirkan yang menyebabkan dia tergelincir ke dalam neraka yang jaraknyaa lebih jauh antara timur dan barat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Menjaga lisan merupakan kunci keselamatan

Keselamatan seseorang, di dunia maupun di akhirat sangatlah bergantung pada kemampuannya dalam menjaga lisan. Rasulullah bersabda : “Keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisan.” (HR. Bukhari).

Sudah sepantasnya bagi seorang mukmin untuk menggunakan lisannya untuk hal baik saja.  Sebab seorang mukmin itu sangat memahami bahwa diam merupakan hal yang jauh lebih daripada berbicara tanpa manfaat. Rasulullah bersabda : “Hendaklah engkau lebih banyak diam, sebab diam dapat menyingkirkan setan dan menolongmu terhadap urusan agamamu.” (HR. Ahmad).

Maka sahabat, Ingat ya Lisan Sebagai Kunci Amalan, jangan lupa untuk selalu berdoa agar Allah berikan kita kesanggupan untuk menjaga lisan kita dari perkataan buruk yang menjerumuskan kepada neraka. Aamiin

Share it on