Griya Yatim & Dhuafa

Manfaat Siwak untuk Kesehatan

Rasulullah mengambarkan bahwa di akhir zaman sunnah-sunnah Rasulullah semakin banyak yang di lupakan oleh umat manusia kak. Ajarannya semakin asing, bahkan di kalangan umat muslimin itu sendiri, salah satu sunnah Nabi yang di lupakan adalah bersiwak. Padahal Nabi telah memerintahkan kepada umatnya untuk bersiwak kak.  Yuk ka kita pahami tentang Manfaat Siwak untuk Kesehatan.

Rasulullah bersabda: “Seandainya tidak memberatkan umatku, sungguh aku akan memerintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali berwudhu.” (HR. Ahmad, shahih). Dan juga di dalam bersiwak itu mendatang rahmat Allah sesuai Nabi bersabda: “Siwak itu merupakan pembersih mulut dan mendatangkan keridhan Allah.” (HR.Ahmad).

Disebut dalam At-Thibbun An-Nabawi karya Ibnu Qayyim Al-Jauzziyah, bahwa di dalam siwak terdapat berbagai macam manfaat. Di antara manfaatnya yaitu mengharumkan bau mulut, memperkuat gigi, menghilangkan lendir dan dahak, mempertajam penglihatan mata, mencegah gigi berlubang dan keropos, menyehatkan lambung, menjernihkan suara, membantu proses makanan, melancarkan lidah dalam berbicara, menyegarkan dan meningkatkan vitalitas dalam membaca Al-Qur’an, berdzikir dan shalat, mengusir kantuk, membuat Allah jadi ridha, menjadikan para malaikat takjub dan kagum, serta memperbanyak kebaikan.

Al-Lafi dan Abbabneh pada tahun 1995 melakukan penelitian terhadap kayu siwak dan melaporkan bahwa siwak mengandung mineral alami yang dapat menumbuh dan menghambat pertumbuhan bakteri, mengikis plaque, mencegah gigi berlubang serta memelihara gusi.

Inilah Siwak yang memiliki kandungan kimiawi yang bermanfaat, di antaranya:

Siwak Menurut Kesehatan Dan Sunah Nabi Yang Terlupakan

  1. Antibacterial Acids

Seperti astringents, abrasive dan dertegens yang berfungsi untuk membunuh bakteri, mencegah infeksi, menghentikan pendarahan pada gusi, penggunaan kayu siwak yang segar pertama kali, akan terasa agak pedas dan sedikit membakar, karena terdapat kandungan serupa mustrad yang merupakan substansi antibacterial acid tersebut.

  1. Minyak aroma alami

Siwak memiliki rasa dan bau yang segar juga dapat menyegarkan mulut dan menghilangkan bau tak sedap.

  1. Anti Decay agent (Zat anti pembusukan)dan Antigermal System

Zat ini yang bertindak seperti penicilin menurunkan jumlah bakteri di mulut dan mencegah terjadinya proses pembusukan. Siwak juga turut merangsang produksi saliva, yang saliva sendiri merupakan organik mulut yang melindungi dan membersihkan mulut.

  1. Enzim 

Dalam siwak juga memicu produksi enzim yang mencegah pembentukan plak yang merupakan penyebab radang gusi dan penyebab utama tanggalnya gigi secara pematur.

Kapan Di Sunnahkan Bersiwak?

Di sunnahkan bersiwak dalam semua waktu bahkan untuk orang yang berpuasa sekalipun kak, menurut pendapat “Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah (majmu’ fatwanya ), pada waktu atau keadaan tertentu hukumnya berubah menjadi sunnah muakad. Berikut beberapa waktu atau keadaan di anjurkan untuk bersiwak:

  1. Saat berwudhu

Sebagaimana  Rasulullah bersabda : “Seandainya saya tidak takut memberatkan ummatku, Aku akan perintahkan mereka untuk bersiwak setiap berwudhu.” (HR.Ahmad).

  1. Menjelang Shalat

Baik shalat fardhu maupun nafilah karena hal itu akan membuat lebih bersih mulut. Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam ibadah hendaknya kita berusaha dalam keadaan sebaik mungkin dan bersih mungkin agar lebih sempurnah dalam beribadah.

  1. Habis Tidur

Sebagaimana yang dikerjakan oleh Rasulullah. Dalam sebuah hadist di sebutkan bahwa beliau jika bangun dari tidurnya Nabi menggosok giginya dengan siwak (HR.Muslim & Bukhari). Tidur merupakan salah satu sebab berubahnya bau mulut, sehingga di sunnahkan saat bangun untuk bersiwak agar hilang bau tersebut.

Baca Juga : Tips Menjaga Kesehatan Gigi Anak

Sebagai mana yang dikatakan oleh Allamah ibnu Dariq seorang peneliti berkata, “kebaikan yang terkandung di dalam penggunaan siwak selepas bangun tidur ialah karena ketika kita tidur, uap busuk naik dari perut ke arah mulut. Hal ini mengakibatkan bau busuk di dalam mulut dan juga berubahnya indera perasaan atau kecapan.”

  1. Setelah Makan

Ditekankan pula bersiwak saat berubahnya bau mulut baik karena makan maupun yang lainnya. Sehingga hilang bau tersebut.

  1. Membaca Al-Qur’an

Adab ketika membaca Al-Qut’an adalah tubuh harus bersih. Begitu juga dengan kebersihan mulut, agar mulut menjadi bersih dan tidak bau saat membaca firman Allah, kita disunnahkan untuk bersiwak.

Itulah kak, Manfaat Siwak untuk Kesehatan  yang perlu kita pahami agar kita bisa terus mengamalkan sunnah nabi ya sahabat.

English EN Indonesian ID
Scroll to Top