Griya Yatim & Dhuafa

Marah dalam Islam, dan Cara Mengendalikannya

Griya Yatim Dhuafa

Donasiberkah.id- Orang mungkin pernah merasakan emosi dan marah. Perasaan ini normal terjadi apalagi ketika seseorang dihadapkan dengan persoalan hidup yang kompleks dan berat. Namun yang terpenting adalah bukan soal masalah yang dihadapi, tapi bagaimana sikap kita dalam menanggapi persoalan tersebut. Lalu bagaimana sih cara mengatasi marah dalam Islam?

Marah adalah salah satu emosi normal yang ada di dalam diri manusia. Sama seperti cemas, stres, marah juga sebenarnya bisa dikendalikan agar output-nya tidak menimbulkan dampak buruk. Oleh karena itu, jangan anggap remeh soal bagaimana caranya mengatasi marah dalam Islam.

Emosi atau marah bisa juga diartikan sebagai ketegangan jiwa yang muncul akibat penolakan terhadap apa yang tidak diinginkan. Secara psikologis, marah bisa berdampak negatif pada jantung karena meningkatnya hormon adrenalin yang akan memengaruhi kecepatan detak jantung dan menambah penggunaan oksigen.

Bahkan, menurut hasil penelitian modern, emosi atau marah yang berulang-ulang bisa memperpendek umur karena diserang berbagai penyakit kejiwaan dan penyakit jasmani.

Berbicara marah dalam Islam, seorang muslim pasti akan mencari contoh terbaik dalam melakukannya. Siapa lagi yang patut menjadi tauladan umat Islam kalau bukan Rasulullah ﷺ. Bagaimana cara beliau ﷺ mengatur emosi disebutkan dalam sebuah kisah. Saat itu Rasulullah ﷺ sedang berjalan bersama Anas ra, tiba-tiba ada seorang Badui mengejar dan serta merta menarik serbannya dengan keras.

Anas berkata, “Aku melihat bekas tarikan serban kasar itu pada leher Rasul.” Lalu Badui berkata, “Wahai Muhammad, berilah aku dari harta Allah yang ada padamu.”

Baca Juga : Kesabaran Nabi ﷺ yang Didoakan Orang Badui 

Bukannya marah, Rasulullah ﷺ hanya menoleh sambil tersenyum lalu memerintahkan sahabat agar memberikan harta cukup banyak kepada orang badui tersebut. Sikap Rasulullah ﷺ ini menggambarkan betapa hebatnya kemampuan beliau dalam mengendalikan emosi. Beliau disakiti, dihinakan di depan orang, dan dimintai sedekah secara paksa, tetapi beliau tidak marah. Inilah seharusnya bagaimana cara mengatasi marah dalam Islam.

Secara medis, kebiasaan menanggapi sesuatu dengan marah adalah bisa dampak negatif untuk kesehatan. Ada beberapa penyakit yang bisa menjangkit orang yang gemar marah.

Dampak Buruk Sering Marah

Cute angry cat - 9GAG

Dampak buruk marah dalam Islam yang pertama adalah  bisa menyebabkan seseorang mudah jatuh sakit. Mengapa demikian?

Para ilmuwan di Universitas Harvard menemukan pada orang sehat, bahwa hanya meminta mereka untuk mengingat pengalaman marah dari masa lalu, dapat menyebabkan penurunan selama enam jam dalam kadar antibodi imunoglobulin A, yaitu garis pertahanan pertama sel melawan infeksi.

Memperburuk Kecemasan

Portrait of troubled devasted young male who lost job, holding hands on head and frowning, feeling worried and anxious while seeing terrible accident Free Photo

Gangguan kecemasan berbanding lurus dengan sikap marah. Studi tahun 2012 yang diterbitkan dalam jurnal Cognitive Behavior Therapy menemukan, emosi marah dapat memperburuk gejala gangguan kecemasan umum, suatu kondisi yang ditandai dengan kekhawatiran berlebihan dan tidak terkendali yang mengganggu kehidupan sehari-hari pengidapnya.

Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Grey haired displeased bearded old man has sudden painful spasm in chest closes eyes and presses hands to heart poses against beige wall Free Photo

Marah juga berhubungan langsung dengan salah satu organ tubuh yang paling penting. Ya, marah-marah dapat berdampak negatif pada kesehatan jantung!

Marah-marah dapat memicu perubahan fisiologis yang memengaruhi darah, sehingga dapat meningkatkan risiko serangan jantung atau masalah terkait untuk sementara.

Dilansir dari Harvard Health Publishing, penelitian menunjukkan bahwa dalam dua jam setelah ledakan amarah, seseorang berisiko lebih tinggi mengalami nyeri dada (angina), serangan jantung, atau risiko irama jantung.

Penyebabnya adalah keluarnya hormon stres seperti adrenalin yang membuat jantung berdetak lebih cepat dan tekanan darah naik. Kemarahan juga membuat darah kamu lebih mungkin menggumpal, yang sangat berbahaya bila arteri kamu menyempit oleh plak yang mengandung kolesterol.

Meningkatkan Risiko Stroke

HD wallpaper: grayscale photography of wheel chair on road, wheelchair, lonely | Wallpaper Flare

Penyakit serius akibat kebiasaan marah-marah lainnya adalah stroke. Ledakan amarah menyebabkan bekuan darah ke otak atau pendarahan di dalam otak naik menjadi lebih tinggi. Bagi orang yang sudah memiliki aneurisma di salah satu arteri otak, risiko aneurisma untuk pecah menjadi enam kali lebih tinggi setelah ledakan amarah.

Menyebabkan Depresi

How to Manage & Cope with Depression and Anxiety

Orang yang mengalami depresi sering menunjukkan kemarahan pasif, yaitu cenderung menyimpan amarah mereka daripada mengambil tindakan. Orang seperti ini dianjurkan untuk menyibukkan diri dan berhenti berpikir terlalu banyak. Banyak aktivitas yang bisa menjadi obat untuk mengatasi kemarahan seperti joging, bersepeda, main bola, menulis.

Mengendalikan Marah dalam Islam

Berwudu

Wudhu : Pengertian, Dalil, Rukun, Sunnah, Tata Cara Dan Yang Membatalkan Wudhu

Allah SWT menyukai orang-orang yang dapat menahan amarahnya. Dengan demikian maka kita haruslah dapat menahan amarah. Tips pertama menahan marah dalam Islam yaitu dengan berwudu.

Air wudhu pun dapat menenangkan dan memadamkan api kemarahan di hati agar tidak meledak dan melukai diri sendiri maupun orang lain.

“Sesungguhnya amarah itu dari setan dan setan diciptakan dari api. Api akan padam dengan air. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaknya berwudhu.” (HR. Abu Daud, no. 4784. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Perbanyak zikir dan mohon perlindungan Allah 

Manfaat Dzikir, Detoksifikasi hingga Menjauhkan dari Maksiat - News+ on RCTI+

Tips menahan marah dalam Islam selanjutnya adalah dengan memperbanyak zikir kepada Allah SWT seperti membaca istighfar, takbir, tahmid, dll. Zikir bukan hanya dibaca selepas shalat saja. Zikir juga bisa dibaca di keadaan-keadaan tertentu seperti saat seseorang marah.

Sumber terjadinya marah dalam Islam yaitu disebabkan oleh setan maka dengan begitu mohon perlindungan Allah SWT agar terhindar dari godaan setan, caranya yaitu dengan banyak membaca Ta’awwudz.

Sulaiman bin Shurod radhiyallahu ‘anhu berkata,

كُنْتُ جَالِسًا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَجُلاَنِ يَسْتَبَّانِ، فَأَحَدُهُمَا احْمَرَّ وَجْهُهُ، وَانْتَفَخَتْ أَوْدَاجُهُ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” إِنِّي لَأَعْلَمُ كَلِمَةً لَوْ قَالَهَا ذَهَبَ عَنْهُ مَا يَجِدُ، لَوْ قَالَ: أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ، ذَهَبَ عَنْهُ مَا يَجِدُ “

“Pada suatu hari aku duduk bersama-sama Nabi ﷺ sedang dua orang lelaki sedang saling mengeluarkan kata-kata kotor satu dan lainnya. Salah seorang daripadanya telah merah mukanya dan tegang pula urat lehernya. Lalu Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya aku tahu satu perkataan sekiranya dibaca tentu hilang rasa marahnya jika sekiranya ia mau membaca, ‘A’udzubillahi minas-syaitani’ (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan), niscaya hilang kemarahan yang dialaminya.” (HR Bukhari, no. 3282)

Jangan Bicara (Diam)

Solusi selanjutnya menahan marah dalam Islam adalah dengan diam, atau tidak bicara. Hal ini bisa menjadi solusi untuk mengontrol emosi yang efektif. Saat ingin marah, tahanlah dan berhenti berbicara. Jangan biarkan satu buah kata keluar dari mulut kamu. Dengan diam berarti kamu sedang memberi waktu otak berpikir kembali untuk marah dan membantu meredakan amarah.

Ada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad,

وَ إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْكُتْ

“Jika salah seorang di antara kalian marah, diamlah.” (HR. Ahmad, 1: 239. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan lighairihi)

Ganti Posisi

Horizontal shot of unemployed young male wearing white t-shirt and beige jeans sitting barefooted on sofa work portable computer having sad frustrated facial expression, searching for job online Free Photo

Jika diam saja tidak cukup untuk meredakan amarah di dalam diri, maka cobalah untuk berganti posisi. Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud. Hadits tersebut berbunyi:

إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ  وَهُوَ قَائِمٌ فَلْيَجْلِسْ، فَإِنْ ذَهَبَ عَنْهُ الْغَضَبُ، وَإِلاَّ فَلْيَضْطَجِعْ

“Bila salah satu di antara kalian marah saat berdiri, maka duduklah. Jika marahnya telah hilang (maka sudah cukup). Namun jika tidak lenyap pula, maka berbaringlah.” (HR. Abu Daud)

Menjauh sejenak dari sekeliling

Silhouette Man Lake - Free photo on Pixabay

Tips menghindari marah dalam Islam lainnya adala usahakan jangan berada di lingkungan dengan banyak orang. Selain akan semakin memperparah rasa stres akibat amarah yang terjadi, juga akan membuat kalian jadi melampiaskan kemarahan pada orang-orang di sekitar.

Sebaiknya hindari kerumunan dan menyendiri ke suatu tempat untuk sementara demi menenangkan diri yang sedang emosi. Hal ini agar hati merasa rileks. Jangan lupa untuk selalu berzikir dan memohon ampun Allah SWT.

Olahraga

Free Sports Vectors, 208,000+ Images in AI, EPS format

Perasaan marah juga bisa disalurkan dengan cara yang positif yaitu dengan melakukan olahraga. Selain menyehatkan, berolahraga juga diketahui dapat meningkatkan hormon endorfin yang mampu memicu kebahagiaan sehingga amarah bisa berangsur-angsur mereda.

Dengan berolahraga, kita bisa lebih mudah untuk mengontrol emosi dan amarah, sehingga tidak merugikan diri sendiri juga orang di sekitar kalian. Dan yang paling penting, menghindari marah dalam Islam ternyata bisa mendatangkan pahala yang besar.

Dari Mu’adz radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَظَمَ غَيْظاً وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنَفِّذهُ دَعَأهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى رُؤُوْسِ الْخَلاَئِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُخَيِّرَهُ مِنَ الْحُوْرِ مَا شَاءَ

“Barang siapa menahan amarahnya padahal mampu meluapkannya, Allah akan memanggilnya di hadapan para makhluk pada hari Kiamat untuk memberinya pilihan bidadari yang ia inginkan.” (HR. Abu Daud, no. 4777; Ibnu Majah, no. 4186. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini sanadnya hasan)

Tarik Napas yang Dalam dan Lambat

Ketika Anda marah, napas Anda akan lebih pendek-pendek dan cepat. Tarik napaslah yang dalam dan lambat dari hidung dan keluarkan dari mulut untuk beberapa saat. Dengan menarik napas dalam dan lambat, diharapkan kemarahan Anda dapat mereda. Ulangi hal ini hingga dada dan hati merasa baikan sehingga pikiran pun menjadi dingin.

Indian man concentrating and raising hands outdoors with blue sky and green tree branches Free Photo

Tidur

Mungkin cara mengatasi marah dalam Islam yang terakhir ini merupakan cara yang mempunyai dua keutamaan. Selain bisa menghindari amarah, juga bisa membantu tubuh beristirahat. Ketika bangun tidur, perasaan mungkin akan menjadi lebih baik dan badan pun juga menjadi segar, sehingga mood pun bisa lebih baik. Itulah pembahasan seputar marah dalam Islam dan bagaimana cara mengatasinya yang bisa Islampos sampaikan. Semoga bermanfaat. 

Maukah sahabat jadi bagian dari pensejahtera anak-anak yatim dan dhuafa? Yuk tunaikan zakat, inaq-sedekah maupun wakaf di link kebaikan di bawah ini:

27 views
English EN Indonesian ID