News

Menangis Melembutkan Hati Yang Keras

Sahabat, hati merupakan bagian dari diri kita yang menentukan berbagai macam tindakan yang kita lakukan. Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya di dalam jasad (badan) terdapat segumpal daging, jika ia bagus maka seluruh jasadnya bagus. Dan jika rusak maka seluruh jasadnya pun rusak. Ketahuilah Segumpal daging itu adalah hati.” (HR Bukhari dan Muslim). Ternyata Menangis, Melembutkan Hati Yang Keras.

Maka, ketika diri kita menjadi malas untuk beribadah, dan sulit untuk terenyuh, mungkin itulah pertanda kerasnya hati. Hati yang keras akan sulit untuk menerima kebenaran. Kerasnya hati merupakan pertanda hati yang sakit, atau bisa jadi hati tersebut telah mati. Pertanda lainnya dari kerasnya hati seseorang adalah sulit untuk menangis dan terlalu banyak tertawa.

Seseorang yang menangis kerap dinilai sebagai sosok yang cengeng dan lemah. Pria merupakan kalangan yang sering mendapat cap tersebut saat menangis. Sementara wanita lebih dianggap wajar saat mengungkapkan perasaan dengan menangis. Menangis adalah fitrah, apalagi ketika dilanda kesedihan.

Rasulullah manusia dengan hati yang paling lembut

Menangis, Melembutkan Hati Yang Keras

Rasulullah merupakan manusia yang sangat mudah tersentuh hatinya. Hatinya yang lembut itu membuat beliau sangat mudah menangis ketika mendengar bacaan Al-Qur’an dan melihat penderitaan orang lain. Bahkan Rasulullah manusia paling sempurna di dunia juga menangis ketika merasakan kesedihan mendalam.

Allah berfirman : “Ini (Muhammad) adalah seorang pemberi peringatan di antara pemberi-pemberi peringatan yang terdahulu. Telah dekat terjadinya kiamat. Tidak ada yang akan menyatakan terjadinya hari itu selain Allah. Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini? Dan kamu menertawakan dan tidak menangis? Sedangkan kamu melengahkannya? Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia).” (Qs. An-Najm : 59-62).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata : Ketika turun ayat afamin hadzal haditsi… (ayat diatas), menangislah para sahabat (ahli shuffah) hingga mengalirlah air mata mereka membasahi pipi, dan ketika Rasulullah mendengar tangisan mereka, beliaupun menangis bersama mereka, maka kamipun menangis karena (terdorong oleh) tangisannya.

Air mata beliau keluar dengan tulusnya. Lalu meninggalkan bekas dalam hatinya dan juga hati orang-orang yang melihatnya. Tangisan Rasulullah merupakan pendidikan yang sangat membekas dalam hati, melebihi pengaruh dari khutbah yang disampaikan, dan juga melebihi nasihat manapun yang menyentuh.

Jangan Tahan Tangisanmu

Sahabat, menangislah kepada Allah dengan penuh rasa takut dan penuh rasa harap kepadaNya. Sebab dengan menangis, kita dapat melembutkan hati yang keras. Menangis dengan sebab rasa takut dan penuh harap kepadaNya, juga dapat memperkuat jiwa seorang lelaki. Seorang laki-laki yang menahan tangisnya akibat malu, merupakan laki-laki yang lemah.

Baca Juga : Selamatkan Hati dengan Lima Perkara

Tangisan yang tulus dan juga membekas dalam hati akan menghapus dosa-dosa. Rasulullah bersabda : “Tidak akan masuk neraka orang yang menangis karena takut kepada Allah dan tidak akan masuk surga orang yang terus menerus berbuat dosa. Sekiranya kamu tidak berdosa pasti Allah akan mendatangkan orang-orang yang berdosa kemudian Dia mengampuni mereka.”

Dan jangan pernah tahan tangisanmu dengan mengubahnya menjadi tawa. Sebab Allah berfirman : ”Hendaklah mereka tertawa sedikit, dan hendaklah banyak menangis kerana balasan apa yang mereka usahakan” (Q.S. At-Taubah : 82).

Dan juga kita perlu ingat bahwa, terlalu banyak tertawa dapat memperkeras hati. Salah satu nasihat Rasulullah kepada Abu Hurairah yaitu : … Jangan banyak tertawa karena banyak tertawa itu bisa mematikan hati.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad).

Sahabat, Menangis, Melembutkan Hati Yang Keras. Jika kita merenung sejenak dan membandingkan dosa-dosa dengan amal shalih yang kita lakukan. Maka akan semakin terbayangkanlah betapa banyak dosa-dosa kita yang tidak tertutupi oleh kebaikan kita. Maka tidak apa untuk menangis, dengan tangisan yang tulus sebab takut pada Allah, InysaAllah Allah akan ampuni dosa-dosa kita.

Namun kita juga jangan berdiam diri saja. Kita juga harus berusaha untuk terus beramal shalih. Misal dengan bersedekah, memberi makan anak yatim, dan lain sebagainya.

Yuk Sahabat, terus beramal shalih dengan berdonasi di donasiberkah.id. Semoga Allah terima amal-amal shalih kita dan menghindarkan kita dari siksa api neraka. Aamiin…

Share it on