News

Mencapai Derajat Tertinggi Dengan Mencintai Allah

Kecintaan kepada Allah adalah tujuan akhir yang merupakan derajat tertinggi. Setelah sudah menggapai kecintaannya kepada Allah, maka kita pun memperoleh buah dari kecintaannya tersebut. Yakni kerinduan, kenyamanan, dan ridho kepada Allah. Sebelum mencapai kecintaan kepada Allah, kita pun mesti melewati tingkatan sebelumnya yaitu taubat, sabar, zuhud, dan lainnya. Yuk kita Mencapai Derajat Tertinggi Dengan Mencintai Allah.

Cinta yang paling bermanfaat, yang paling penting, yang paling tinggi juga yang paling mulia, hanyalah kecintaan kepada Dzat yang menciptakan hati dan juga cinta. Dzat yang menjadikan kecintaan kepadaNya sebagai fitrah setiap makhlukNya. Itulah Ilah, Dzat yang dicenderungi oleh hati dengan kecintaan dan ketundukan. Dan tiada Ilah kecuali Allah.

Allah dicintai secara sempurna

Allah dicintai bukanlah sebab hal yang lain. Allah dicintai secara sempurna, yaitu segala yang ada padaNya. Segala sesuatu selainNya, hanyalah dicintai dalam rangka cinta kepada Allah. Kewajiban mencintai Allah telah ditunjukkan oleh seluruh kitab yang diturunkan, dan telah disampaikan pada setiap rasul yang diutus. Juga oleh fitrah akal manusia, hati, dan juga tabiat.

Mencapai Derajat Tertinggi Dengan Mencintai Allah

Seluruh hati manusia diciptakan dengan tabiat mencintai apapun yang dapat memberinya manfaat, nikmat serta bersikap baik kepadanya. Maka setiap manusia harusnya mencintai Allah, yang merupakan asal dari segala kebaikan. Setiap kebaikan yang dirasakan manusia, semuanya berasal dari Allah. 

Allah berfirman : “Segala nikmat yang ada pada kalian berasal dari Allah, kemudian jika kalian ditimpa kemudharatan, kepadaNya lah kalian memohon pertolongan.” (QS. An-Nahl : 53).

Semua yang Allah berikan kepada hambaNya, itu semua menyeru kepadanya untuk mencintai Allah. Yakni menyeru hati untuk hanya mencintai dan beribadah kepadaNya. Kebaikan Allah terus-menerus turun kepada  hambaNya. Sementara hambaNya terus menerus berbuat berbuat dosa kepadaNya. Allah senantiasa mengusahakan agar kita mencintainya dengan terus memberikan kasih sayang dan cintanya kepada kita, meskipun Allah sama sekali tidak membutuhkan hal tersebut. Itu semua demi kebaikan hambaNya.

Tidak ada alasan yang membuat kita tidak mesti mencintaiNya. Allah mengasihi hambaNya tanpa pamrih. Allah mengabulkan doa-doa juga mengampuni kesalahan kita. Dalam hadits qudsi, Allah berfirman : “Siapa yang berdoa kepadaKu maka Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepadaKu akan Ku beri, Siapa yang memohon ampunan kepadaKu, maka Aku ampuni.” (HR. Muslim).

Jika saja ada seseorang yang baik kepada kita, selalu memberikan kasih sayangnya pada kita dan selalu memaafkan kesalahan yang kita perbuat, sudah pasti kita akan mencintainya. Lalu, mengapa kita belum juga mencintai Allah dengan kecintaan yang sempurna, padahal Allah lah selalu memberikan kebaikan seumur hidup kita.

Baca Juga : Tak Mungkin Allah Zalim Pada MakhlukNya

Orang yang belum mencintai Allah, belum sempurnalah keimanannya.Jika dia bisa mencintai makhlukNya, mengapa dia tidak mencintai Sang Khalik.  Itu disebabkan dirinya masih belum meyakini keberadaan Allah sepenuhnya. Padahal Allah itu selalu mengawasinya, dan Allah itu dekat dengannya. Allah berfirman : “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat…” (QS. Al-Baqarah : 186).

Mencintai Allah adalah kehidupan bagi hati dan nutrisi bagi ruh. Tanpanya, hati tidak akan merasakan kelezatan, kenikmatan, kemenangan, dan bahkan kehidupan. Bila hati kehilangan cintanya kepada Allah, deritanya melebihi apapun yaitu penyesalan, kekosongan hati, dan jauh daripada kebenaran. 

Biasakanlah untuk mencintai Allah dan mentaatiNya. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu dijinakkan dengan ketaatan. Sehingga tanpa ketaatan akan menjadi liar anggota badannya. Jika tidak terdapat kecintaan pada Allah dalam hati kita, maka tidak ada pula ketundukan padaNya.

Kak, Yuk kita Mencapai Derajat Tertinggi Dengan Mencintai Allah, cintailah Allah. Dan janganlah cintai Allah selain karenaNya. Maka keberkahan akan selalu datang menghampiri kita, dan Allah akan mencukupkan hati kita dengan apa yang telah kita miliki.

Share it on