News

Mendengarkan, salah satu Sunnah Rasul

Sahabat dermawan, mendengar merupakan salah satu ajaran yang diamalkan oleh para Nabi. Sebagai seorang muslim tentu sangat penting dalam menerapkan perilaku mendengar ini dalam kehidupan kita sehari-hari kak. Mendengar memerlukan kekuatan iman dan kecerdasan, namun  mendengar dapat memberikan manfaat, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman : “Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah baik-baik dan perhatikan lah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-A’raf : 204).

Dan demikian apabila Al-Qur’an dibacakan, maka dengarkanlah ia dengan baik, dan diamlah untuk memperhatikannya dengan harapan Allah akan merahmati kalian dengannya. Bahkan Rasulullah pun senang ketika dibacakan Al-Qur’an.

Di riwayatkan dari Ibnu Mas’ud, ia berkata : “Rasulullah pernah berkata kepada saya, ‘Bacalah Al-Qur’an di hadapanku!’ Aku jawab, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana aku membacakan Al-Qur’an di hadapanmu, padahal Al-Qur’an diturunkan kepadamu?’

Beliau berkata, ‘Aku ingin mendengar bacaan Al-Qur’an dari orang lain.’ Lalu, aku pun membacakan di hadapan beliau Surat An-Nisa dari awal surat sampai ayat yang berbunyi, ‘Dan bagaimanakah (keadaan orang kafir nanti) jika Kami mendatangkan seorang saksi (Rasul) dari setiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka.’ (QS An-Nisa’ [4]: 41)

‘Cukup!’ kata beliau sambil meneteskan air mata.” (HR Bukhari).

Mendegarkan pun memiliki adab-adabnya. Ketika mendengarkan ataupun ketika kita ditengah perbincangan, kita harus memiliki adab ketika mendengarkan.

Terdapat 3 adab yang harus kita terapkan, Yakni :

Mendengarkan, salah satu Sunnah Rasul

(1) Diam

(2) Tidak memenggal perkataan orang lain

(3) Menghadap ke orang yang diajak berbicara

Dalam hal tersebut banyak manfaat langsung dari sifat mendengar yang efektif :

  1. Mendengar Akan Menjalin Hubungan Yang Baik

Sebab mendengarkan berarti menghargai orang lain dan merupakan cermin dari akhlakul karimah yang di contohkan para Nabi. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu alahi wa sallam bersabda : “Tidak termasuk umatku orang yang tidak menghargai (menghormati) mereka yang yang lebih tua dan tidak mengasihi mereka yang lebih muda darinya, serta tidak mengetahui hak-hak orang berilmu.” (HR. Ahmad).

  1. Menambah Ilmu

Melalui mendengar, Seseorang dapat mengambil pelajaran apa-apa yang kita dapatkan, sebab apapun yang di bahasa dalam pembicaraan yang baik itu adalah ilmu baginya.

  1. Melatih kesabaran

Dengan kita mendengarkan cerita atau nasihat kita dapat melatih kesabaran kita kak. Sebab ketika mendengarkan nasihat atau cerita orang lain kak tidak boleh memotong pembicaraan orang tersebut, tidak sibuk sendiri dan lain sebagainya.

  1. Memiliki Ilmu Untuk Diterapkan Dalam Kehidupan Sehari-hari

Biasanya kak, apa yang diceritakan atau nasihat yang disampaikan oleh si pembicara tidak jauh dari cerita kehidupan sehari-hari, baik itu permasalahan maupun pengalaman-pengalaman yang telah dilalui si pembicara. Oleh sebab itu ilmu yang kita dapati dari si pembicara maka sebisa mungkin kita terapkan di dalam kehidupan kita sehari-hari.

Baca Juga : Shalat Sunnah Yang Tak Ternilai Harganya

Allah memberikan kita pendengaran untuk mendengarkan yang baik-baik. Maka, kita pun harus pandai memilah pembicaraan. Jika itu merupakan pembicaraan yang baik, maka dengarkanlah. Dan jika itu pembicaraan yang buruk, maka tinggalkanlah. Itulah ciri-ciri orang yang berakal.

Allah berfirman : “Yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal.” (QS. Az-Zumar : 18)

Yuk sahabat dermawan, mulailah dari sekarang kita mendengarkan nasihat-nasihat yang positif, agar Allah Ta’ala meridhai kita. Aamiin

Share it on