Griya Yatim & Dhuafa

Menjaga Amanah Sebagian dari Iman

admin

Rasulullah adalah teladan terbaik yang harus kita ikuti, bahkan disebutkan dalam Al-Qur’an, Allah berfirman : “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab : 21). Setiap sifat yang ada pada Rasulullah adalah sifat yang mulia. Sebagaimana sifat-sifat para Rasul yaitu siddiq, amanah, fathonah, dan tabligh. Yang terpenting dalam diri seorang muslim itu harus ada sifat amanah. Karena menjaga amanah sebagian dari iman.

Allah merintahkan kita untuk menteladani sifat-sifat Rasulullah, salah satunya adalah amanah. Kita harus bisa bersikap amanah, baik amanah sebagai seorang muslim yang harus menjalankan kewaiban-kewajibanya sebagai seorang muslim, maupun amanah pada kedudukan kita dalam masyarakat. Intinya adalah kita harus menjalankan setiap amanah yang telah diberikan kepada kita.

Menjaga Amanah Sebagian dari Iman

Allah berfirman : “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. An-Nisa :  58). Dalam ayat tersebut Allah menekankan kita untuk menjaga amanah dan menyampaikannya kepada yang berhak menerimanya.

Menjaga amanah bukanlah perkara yang mudah, karena menyangkut tentang keyakinan dan kepercayaan. Amanah adalah segala sesuatu yang dipercayakan kepada seseorang, yaitu dapat menyangkut haak drinya, hak orang lain, maupun hak Allah. Oleh karena itu, ketika kita memberikan amanah pada seseorang kita harus memikirkan apakah amanah yang kita berikan ini akan menjadi beban orang tersebut atau tidak. Begitu pula jika diri kita merasa tidak sanggup untuk menerima amanah tersebut, lebih baik kita untuk menolaknya.

Menjaga amanah dari orang lain berarti memastikan bahwa titipan atau rahasia yang diterima tetap berada dalam kondisi baik, oleh karenanya siapa saja yang menunaikan amanah dalam menjaga batasan-batasan Allah Subhanahu wa ta’ala serta memelihara hak-hakNya, baik yang berkaitan dengan dirinya atau apa yang diberikannya oleh Allah Subhanahu wa ta’ala berupa nikmat, harta dan sebagainya. Maka Allah Subhanahu wa ta’ala akan menjaganya untuk kebaikan agama dan dunianya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Tidak sempurna iman seseorang yang tidak amanah, dan tidak sempurna agama orang yang tidak menunaikan janji.” (HR. Ahmad).

Baca Juga : Senyum Gembira Yatim & Dhuafa dengan Busana Lebaran

Selain untuk menyempurnakan keimanan kita, menjaga amanah juga menghindari kita dari ciri-ciri orang munafik, Rasulullah bersabda : ‘‘Ada empat dosa sifat yang jika seseorang memperlihatkan semua cirinya, dia sepenuhnya orang munafik. Jika dia punya salah satu ciri, dia dianggap memiliki unsur-unsur seorang munafik. Ciri-ciri itu adalah berkhianat, berdusta, ingkar janji, dan memaki lawan jika ada perbedaan pendapat.” (HR. Bukhari).

Kita juga perlu untuk menyampaikan amanah yang terdapat pada harta kita, yaitu dengan cara mengeluarkan hak-hak orang lain di dalamnya dengan menunaikan zakat. Dengan menunaikan zakat kita telah menjalankan kewajiban pada harta kita, dan menyampaikan amanah yang diberikan oleh Allah kepada kita. Alhamdulillah, Laznas Griya Yatim & Dhuafa masih terus menjalankan amanah yang diberikan oleh para sahabat dermawan untuk mendistribusikan zakat yang sahabat berikan kepada para mustahiq.

Yuk sahabat, jaga amanah yang telah Allah Subhanahu wa ta’ala berikan kepada kita, maka niscaya Allah Subhanahu wa ta’ala akan menjaga kita. 

24 views