News

Mulia Bersama Al-Qur’an

Sahabat, Bulan ramadhan ini adalah bulan terbaik untuk dijadikan sarana mendekatkan diri kepada Allah dan menaikkan derajat kita sebagai manusia. Manusia yang paling mulia adalah yang paling bertakwa. Dengan hadirnya bulan yang mulia ini, dimana diturunkannya kitab yang mulia yaitu Al-Qur’an, kita harus berusaha untuk mencapai kemuliaan tersebut. Maka yuk simak artikel Mulia Bersama Al-Qur’an ini.

Allah berfirman : “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujurat : 13). Di bulan Ramadhan ini kita semua mesti berusaha untuk mencapai ketakwaan.

kemuliaan seseorang bukan dilihat dari harta dan kekayaannya, bukan dari pangkat dan jabatannya tapi kemuliaan yang disebabkan dari ketakwaannya kepada Allah Subhanahu wata’ala dan interaksinya dengan Al-Qur,an dengan membacanya, memahami dan mengamalkanya. Dengan memuliakan Al-Qur’an kita dapat meninggikan derajat kita sebagai manusia.

Mulia Bersama Al-Qur’an

Malam Al-Qur,an diturunkan pada Ramadhan dan disebut sebagai malam yang mulia. Sesuai FirmanNya dalam Surah Al Qadr ayat 1 dan 3 disebutkan Al-Qur,an diturunkan pada malam kemuliaan. “Malaikat Jibril disebut juga malaikat yang mulia karena dialah malaikat yang ditugaskan Allah membawa Al-Qur,an kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wa sallam. Kemuliaan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wa sallam juga karena beliau menerima wahyu Al-Qur’an dari Allah Subhanahu Wa ta,ala,”.

Bangsa Arab yang sebelumnya tidak diperhitungkan, berada di wilayah yang gersang dan padang pasir, berprilaku jahiliyah, namun Allah hendak mengangkat derajatnya, maka diturunkannya wahyu Al-Qur’an dengan bahasa arab ketengah mereka melalui Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wa sallam yang berbangsa Arab dan ditengah-tengah bangsa Arab. Singkat cerita, bangsa Arab yang tadinya tidak diperhitungkan menjadi mulia dan diangkat derajatnya oleh Allah Subhanahu Wa ta’ala bersama dengan kemulian Al-Qur’an.

Baca Juga : Inilah Amalan Yang Dicintai Allah Swt.

Memperlakukan Al-Qur’an sebagai suatu hal yang mulia dengan cara tidak membawanya dengan asal-asalan, yaitu dibawa dengan di pangku. Menaruhnya juga tidak di sembarang tempat, tetapi di empat yang bersih dan tidak di tindih dengan barang lain. Seseorang yang membaca Al-Qur’an dengan tartil juga akan diangkat derajatnya dan memberikan syafaat pada pembacanya, Rasulullah bersabda : “Bacalah Al-Quran, karena ia akan datang pada hari kiamat memberikan syafaat kepada pembacanya.” (HR. Muslim).

Bahkan, karena Al-Qur’an yang begitu mulia, orang yang mendengarkan seseorang yang membaca Al-Qur’an juga akan mendapatkan kebaikan. Allah berfirman : “Apabila Al-Qur`ān dibaca maka dengarkanlah bacaannya dengan seksama. Jangan berbicara atau menyibukkan diri dengan hal lain, agar kalian mendapatkan rahmat Allah”. (QS. Al-A’raf : 204).

Sahabat, mari lebih dekat lagi dengan Al Qur’an, Jangan sampai kita menjauh dan melupakan Al-Qur’an. Orang yang menjauhkan diri dari Al-Qur’an artinya juga menjauhkan diri dari ramat Allah. Jangan sampai kita menjadi orang yang menjauhkan diri dari rahmat Allah. Semoga Allah memuliakan kita semua yang memuliakan Qur’an. Aamiin…

Share it on