Griya Yatim & Dhuafa

Mutiara Hikmah Dari Samudera Syariat : Zakat, Infaq dan Sedekah

Griya Yatim Dhuafa

Saudara sekalian. Dalam lembar-lembar kehidupan. Kita pun terlahir sebagai orang yang beriman. Lalu di kemudian hari dengan mantap memilih jalan keimanan. Yang kita yakini sebagai jalan kebenaran. Suatu jalan yang menuntut kita dengan sikap penyerahan. Menyerahkan harta, jiwa, raga yang tertuang dalam ketaatan. Tema hidup kita adalah pengorbanan dan ketaatan. Untuk mencapai ke suatu muara; Rahmat Allah dan keridhaan.

Saudaraku dalam naungan Aqidah Islamiyah, iman kita akan terasa begitu mentah, tanpa adanya  pengorbanan dari harta yang tercurah, yang mungkin kita peroleh dengan tenaga dan rasa lelah, namun harta dan jiwa yang kita miliki harus kita padukan untuk menopang bahtera da’wah dan ibadah, sehingga dengan komposisi jiwa dan harta yang tersilah, menghantarkan kita kepada kesepakatan dengan Allah dalam akad muamalah; “Gunakan harta dan jiwamu untuk perjuangan, Aku tukar itu dengan jannah”.

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah ´Adn. Itulah keberuntungan yang besar”. (QS. As-Shaff 61 Ayat: 10-12).

Dalam kesempatan nasihat-menasehati ini, saya pun ingin memaparkan beberapa mutiara hikmah yang terkandung dari samudera syariat pengeluaran harta seperti; Zakat, infaq dan sedekah. Semoga setiap kita bisa memetik hikmahnya, dan hikmahnya bisa menghantarkan kita meraih Ridho-Nya.

Hikmah Pertama: Membentengi Harta

Ketahui 3 Syarat Utama Agar Sedekah Kita Diterima Allah SWT - Blog Aksiamal

Apa yang pertama kali dipikirkan oleh seorang yang sukses memiliki harta yang cukup banyak? Tentunya bagaimana cara menjaga harta itu agar tidak dicuri atau diserobot orang. Karena itulah rumah-rumah mewah yang harganya milyaran pasti dijaga oleh segerombolan satpam yang bertampang angker. Tidak cukup hanya satpam, pagar rumah pun dipasangi sekian banyak kamera CCTV agar bisa terpantau 24 jam.

Kalau perlu, pagar rumah itu dialiri arus listrik, biar kalau ada maling yang iseng-iseng menyentuhnya langsung mati kaku berdiri. Kadang anjing-anjing herder yang tidak ramah masih diperbantukan untuk menjaga rumah itu. Siapa pun orang yang dianggapnya asing, pasti akan digong-gong dengan galak.

Namun sekeras apapun harta dijaga, kalau Allah SWT mau mengambilnya, tentu dengan sangat mudah diambilnya. Lebih mudah bagi Allah untuk membuat seorang yang kaya raya tiba-tiba mendadak jatuh miskin dalam hitungan detik. Kalau Allah perintahkan kepada salah satu makhluk-Nya, misalnya lempeng bumi, untuk bergeser, sehingga tanah di atasnya sontak bergoyang ria, ludeslah harta itu dalam hitungan detik.

Gempa Bumi Taiwan, Gedung-Gedung yang Miring Mulai Dihancurkan

Sejarah gempa bumi sepanjang masa yang melanda umat manusia telah memberi pelajaran berharga buat kita, bahwa seaman apapun kita menjaga harta, pasti tidak akan pernah luput dari kehilangan dan kerusakan.

Lalu dengan apa kita bisa menjaga harta kita itu? Percaya tidak percaya, caranya justru dengan: dikeluarkan zakatnya bagi yang mampu dan telah mencapai nishab, atau ditunaikan infaqnya sebagai penopang ibadah dan ukhuwah, atau bersedekah sebagai bukti keimanan. 

Rasulullah ﷺ bersabda: “Bentengi harta-harta kalian dengan zakat” (HR. At-Thabrani).

Juga dalam hadits, “Tidaklah musnah harta yang ada di daratan atau di lautan kecuali oleh sebab tidak dikeluarkan zakatnya”. (HR. At-Thabrani).

Atau kabar Rasulullah ﷺ bagaimana cara untuk menangkal bencana, ”Bersegeralah kalian untuk mengeluarkan sedekah, karena sungguh bencana tak dapat melewati sedekah“ (HR Thabrani).

Gunakan hartamu untuk Allah, maka Allah akan menjaga hartamu, dan Allahlah sebaik-baiknya penjaga.

Hikmah Kedua: Zakat, Infaq, Sedekah; Teman Saat Hidup dan Teman Saat Mati

Hidayah Itu Indah dan Datang Tanpa Direncana

Jika pun ada cara untuk membawa mati harta walau manusia telah wafat, maka cara itu adalah dengan mengolah harta menjadi amal, yang tentunya bisa kita aplikasikan dengan: Zakat, Infak dan sedekah. Ada hadits populer yang mungkin kita pernah mendengarnya, dan pasti kita akan merasakan kondisi itu.

Dari Anas Bin Malik R.a. Rasulullah bersabda:

Yang mengikuti mayit sampai ke kubur ada tiga, dua akan kembali dan satu tetap bersamanya di kubur. Yang mengikutinya adalah keluarga, harta dan amalnya. Yang kembali adalah keluarga dan hartanya. Sedangkan yang tetap bersamanya di kubur adalah amalnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Setelah mengingat kembali hadits ini, kini tinggal bagaimana caranya kita tetap langgeng berteman dengan zakat, infaq dan sedekah  hingga usia kita khatam.

Hidayah Hanya Milik Allah, Kita Tak Punya Kuasa Mengubah Seseorang -  Islampos

Jangan sampai, penyesalan yang akan kita rasakan saat tidak menjadikan zakat, infaq, dan sedekah sebagai teman dalam kehidupan, seperti penyesalan si fulan dalam Al-Qur’an:

“Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), “Ya Rabbku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.” (QS. Al-Munafiqun 63: Ayat 10).

Waktu dan kesempatan pun masih diberikan, sehingga harta masih bisa kita infakkan, masih bisa disedekahkan, masih bisa digunakan untuk menopang perjuangan, lagi dan lagi kita diingatkan;

“Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari ketika tidak ada lagi jual beli, tidak ada lagi persahabatan, dan tidak ada lagi syafaat. Orang-orang kafir itulah orang yang zalim.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 254).

Hikmah Ketiga: Meraih Kesembuhan

Doa Untuk Orang Tua Sakit: Bacaan Latin dan Artinya

Rasulullah bersabda: “Sembuhkan orang sakit di antara kalian dengan bersedekah” (HR. At-Thabrani)

Ternyata Rasulullah langsung yang merekomendasikan bahwa banyak memberi sedekah, atau zakat maupun infaq itu bisa menyembuhkan penyakit. Dan cara ini merupakan bentuk tawassul yang dibenarkan dalam syariah Islam, yaitu bertawassul dengan amal shalih. Tawasul yang dituntun langsung oleh sang uswah dan  sumber hidup orang beriman (Al-Qur’an; lihat surah Al-Ma’idah 5 ayat: 35) dan tentunya tawasul yang menggiring kita ke sisi taqwa.

Dan yang terpenting adalah dengan berzakat, infak dan sedekah, kita bisa menghilangkan penyakit bernama ‘kikir’, yang merupakan penyakit hati yang bisa menyebabkan pengidapnya jika tidak disembuhkan akan mendapatkan siksaan di akhirat. Sebagaimana FirmanNya:

“Dan jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya, mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka, padahal (kikir) itu buruk bagi mereka. Apa (harta) yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan (di lehernya) pada hari Kiamat. Milik Allah-lah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi. Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 180).

Penutup

Tetesan Air · Foto Stok Gratis

Itulah tiga benua hikmah yang saya ringkas menjadi tiga tetes poin untuk kita di kesempatan ini, tentunya masih banyak sekali hikmah yang terkandung dari samudera zakat, infaq dan sedekah yang tentunya tidak mungkin cukup kita arungi untuk dipaparkan dalam artikel yang singkat dan sederhana ini. Pada akhirnya kepada Allah lah kita meminta taufiq dan pertolonganNya, agar kita bisa menjalankan fragmen ibadah harta ini dalam kehidupan kita yang singkat ini. Dengan harta dan jiwa kami berjuang, dengan pertolonganMu kami menang (dalam surga). Wassalam.

Maukah sahabat jadi tetangga Rasulullah ﷺ untuk mensejahterakan anak-anak yatim dan dhuafa? Yuk tunaikan zakat, infaq-sedekah maupun wakaf di link kebaikan di bawah ini:

93 views
English EN Indonesian ID