Griya Yatim & Dhuafa

Pekerjaan Yang Allah Cintai 

Pekerjaan Yang Allah Cintai
                                                Pekerjaan Yang Allah Cintai

Donasiberkah.org –  Sahabat dermawan, Seringkali orang bertanya-tanya tentang apa sih profesi atau pekerjaan terbaik di dunia. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menerangkan bahwa pekerjaan yang paling Allah cintai bagi manusia adalah pekerjaan yang sesuai dengan keadaan setiap orang. Yaitu pekerjaan yang saling mendukung satu dengan yang lain. 

Syaikh Abdullah bin abdurrahman ali bassam mengatakan dalam kitabnya Taudhihul ahkam. Bahwa pekerjaan terbaik adalah disesuaikan pada keadaan setiap orang. Karena setiap pekerjaan harus berisi kebaikan, tidak ada penipuan, serta memperhatikan apa saja yang menjadi kewajiban ketika bekerja.

Baca Juga : Amalan Yang Bisa Jadi Pemberat Timbangan Di akhirat

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda : “bersemangatlah melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk mu dan minta tolonglah kepada Allah, serta janganlah engkau malas.” (HR. Muslim no.2664)

Dari Sa’id bin Umair berkata Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pernah ditanya, “Pekerjaan apakah yang paling baik?” Lalu Beliau menjawab,” Pekerjaan seseorang dengan tangannya sendiri dan semua pekerjaan yang baik.” (HR. Baihaqi & Al Hakim).

Dari Abdullah Ibnu Umar, meriwayatkan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam ditanya, “Pekerjaan apakah yang paling utama?” Beliau menjawab, ” Pekerjaan seseorang dengan tangannya sendiri dan semua perniagaan yang baik.” (HR. Thabrani)

Baca Juga : Allah Menyukai Amal Yang Dilakukan Terus Menerus

Dari beberapa hadits-hadits diatas yang kita ketahui, meskipun Rasul kadang-kadang ditanya dengan istilah berbeda. Pekerjaan yang paling baik atau pekerjaan yang paling utama, ternyata jawaban Beliau hampir sama disetiap jawabanya. 

Suatu ketika Abdullah bin Mas’ud  bertanya pada Rasulullah : ” Wahai Rasulullah pekerjaan apakah yang paling Allah cintai?”, Beliau menjawab: “Shalat pada waktunya”. Ia bertanya: “Lalu apalagi Ya Rasul?”, Beliau menjawab: “Taat pada orang tua”. Ia bertanya: “Lalu apalagi Ya Rasul?”, Beliau  menjawab: “Jihad di jalan Allah.” (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Ahmad, Dârul Quthni)

Baca Juga : Balasan Amalan Kebaikan Bagi Orang Yang Berinfaq

Berikut ini tentang 3 amalan yang dicintai oleh Allah Subhanahu wa ta’ala :

Sholat Tepat Waktu

Menunaikan shalat tepat pada waktunya memiliki banyak keutamaan. Salah satunya adalah mendatangkan kebaikan yang banyak. 

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan tentang sholat pada suatu hari, kemudian berkata : “Siapa saja yang menjaga sholat maka dia akan mendapatkan cahaya, petunjuk dan keselamatan pada hari kiamat. Sedangkan, siapa saja yang tidak menjaga sholat, dia tidak akan mendapatkan cahaya, petunjuk dan keselamatan. Dan pada hari kiamat nanti, dia akan dikumpulkan bersama dengan Qarun, Firaun, Haman, dan Ubay bin Khalaf.” (HR. Ahmad)

Berbakti Kepada Orang Tua

Setiap anak memang tidak akan bisa membalas jasa-jasa orang tua, meski ia memiliki harta dan kekayaan yang melimpah. Karena tugas seorang anak adalah berbakti dengan memenuhi hak-hak mereka dengan ikhlas.

Allah berfirman : “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.” (QS. An-Nisa : 36)

Baca Juga : Wakaf-mu Menjadi Amal Jariyah Yang Terus Mengalir

Berjihad Di jalan Allah

Allah berfirman : “Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang Muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki (nikmat) yang mulia.” (QS. Al-Anfal: 74)

Hadits Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu anhu Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda : “Siapa di antara kalian yang melihat suatu kemungkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu maka dengan lisannya. Apabila tidak mampu juga maka dengan hatinya dan itulah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim).

Ibnu Taimiyah mendefinisikan jihad dengan pernyataan, “Jihad hakikatnya adalah bersungguh-sungguh mencapai sesuatu yang Allah cintai berupa iman dan amal saleh dan menolak sesuatu yang dibenci Allah berupa kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan.”

Baca Juga  : Amalan Mulia Di Bulan Muharram

Yuk, Perbaiki Amal Kita

Di dalam pandangan agama Islam pekerjaan atau profesi apapun baik, asalkan halal dan bukan meminta-minta. Baik karyawan, profesional, pebisnis atau pengusaha memiliki kebaikan dan peluang yang sama asalkan dikerjakan dengan cara yang terbaik pula. Kita bisa melihat Ciri seorang muslim yang memiliki budaya etos kerja yang baik adalah mereka yang memiliki “KECANDUAN BERAMAL SHALIH”, ia tidak pernah bertanya apa yang ia terima jika mendapatkan perintah pekerjaan dari pimpinannya. 

Selama tidak dalam melakukan kemaksiatan atau dosa. Ia memiliki sifat berkhidmat dan melayani. Yaitu memiliki budaya moralitas yang bersih (ikhlas), mereka kecanduan kecanduan kecanduan. Mereka disiplin, mereka siap menghadapi tantangan, mereka kreatif, mereka akan belajar/haus akan ilmu pengetahuan setiap waktu ia pergunakan untuk belajar, mereka yang berorientasi pada produktivitas, dan mereka memiliki sprite of change (semangat perubahan) dan semoga sahabat mendapatkan pekerjaan yang terbaik dan penuh berkah. Mari tingkatkan amalan dengan berdonasi melalui link gambar di bawah ini !

Donasi Sekarang Griya yatim
          Donasi Sekarang Griya yatim
English EN Indonesian ID
Scroll to Top