Griya Yatim & Dhuafa

Perbanyak Bersyukur Kurangi Insecure

Kak, sudah tahukan apa maksud istilah insecure? Insecure itu adalah perasaan tidak aman atau kecemasan yang membuat seseorang merasa gelisah terhadap suatu hal. Insecure merupakan hal yang wajar, tapi tidak wajar jika terlalu berlebihan dalam menyikapinya. Misal khawatir terhadap setiap sesuatu yang tidak penting.⁣ Makanya yuk Perbanyak Bersyukur Kurangi Insecure.

Maka dari itu, kurangi insecure dan perbanyaklah bersyukur kepada Allah. Dari pada kita mengkhawatirkan hal tersebut, lebih baik kita mensyukurinya dan melihat hal baik di dalamnya agar kita tidak gelisa di dalam menyikapi itu semua kak.

Bersyukur Akan Mendapat Pertolongan

Sahabat, orang-orang yang selalu bersyukur akan mendapatkan pertolongan. Seorang mukmin yang akan mendapatkan perhatian, perlindungan dan pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala adalah orang yang pandai  bersyukur. Oleh sebab itu mari kita ubah kak, kecemasan serta rasa takut kita dengan selalu bersyukur kepadaNya. Agar setiap kecemasan yang datang dipermudah oleh Allah subhanu wa ta’ala.

Perbanyak Bersyukur Kurangi Insecure

Syukur merupakan pengikat atau sebab bertambahnya nikmat yang Allah berikan kak. Allah shubhanu wa ta’ala berfirman : “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih’.” (QS. Ibrahim : 7).

Syukur itu berkaitan erat dengan penambahan nikmat yang Allah berikan, namun hanya sedikit dari hamba Allah yang pandai bersyukur dan malah kebanyakan manuis itu insecure. Allah shubhanu wa ta’ala berfirman : “…Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih.” (QS. Saba’ : 13).

Sahabat, oleh karena itu kita harus menjadi hamba Allah yang bersyukur karena syukur itu merupakan sifat terpuji yang dimiliki para Rasul. Allah berfirman : “(Yaitu) anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh. Sesungguhnya Nuh adalah hamba yang banyak bersyukur” (QS. Al-Isra : 3).

Dalam ayat yang lain, Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (lagi) yang mensyukuri nikmat-nikmat Allah. Allah telah memilihnya dan menunjukinya kepada jalan yang lurus. (QS. An-Nahl : 120-121).

Baca Juga : Yuk Kita Menjadi Seseorang yang Bersyukur

Dalam suatu hadits shahih, ditanyakan kepada Rasulullah : mengapa engkau solat hingga begitu lama ya Rasulullah, bahkan dosa-dosamu telah diampuni baik yang telah lalu maupun yang akan datang? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menjawab : Tidak pastaskah aku menjadi hamba yang bersyukur? (HR. Bukhari).

Hal tersebut menjelaskan bahwa dalam bersyukur, kita harus mengiringinya dengan perbuatan yang mencerminkan rasa syukur kita kepada Allah.

Syukur merupakan perbuatan yang sangat mulia. Ketika Iblis mengetahuinya, dia berkata : “kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.” (QS. Al-A’raf : 17).

Kak, Ayo kita Perbanyak Bersyukur Kurangi Insecure,  kita mesti yakin bahwa di setiap hal yang telah Allah tetapkan untuk diri kita, pasti mengandung kebaikan. Bahkan Allah telah menjelaskannya secara berulang bahwa terdapat kemudahan setelah kesulitan.  Maka jika kita pandai dalam menyikapi hal tersebut,  akan mempermudah kita untuk memperbanyak syukur dan mengurangi insecure.

English EN Indonesian ID
Scroll to Top