Griya Yatim & Dhuafa

Sehat Melalui Pola Tidur Nabi 

Sehat kita bisa dapatkan dari berbagai hal. Olahraga, pola makan, dan lainnya. Kita juga bisa sehat melalui pola tidur Nabi, dengan cara menirunya. Yuk simak pola tidur sehat ala Nabi…

Merupakan salah satu nikmat yang Allah berikan kepada hamba-hambaNya. Tidur juga merupakan cara istirahat bagi seseorang yang telah seharian beraktivitas. Dengan tidur yang cukup, kita mendapatkan kembali kesegaran badan. Allah berfiman : “Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebagian dari karuniaNya (pada siang) dan agar kamu bersyukur kepadaNya.” (QS. Al-Qashash : 28)

Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, tidur mempunyai dua faedah besar sebagai berikut :

  1. Mengistirahatkan seluruh anggota tubuh sehingga terbebas dari rasa lelah, panca indra juga merasa nyaman, terlepas dari kerja berat saat terjaga dan melenyapkan segala kepanatan yang ada.
  2. Sempurnanya metabolisme makanan dan proses pembakaran. Karena panas alami tubuh pada saat tidur menggelegak ke seluruh tubuh sehingga membantu proses tersebut.

Metode tidur Rasulullah merupakan metode yang sangat sempurna. Beliau membiasakan untuk tidur setiap harinya, berbaring dengan tubuh bagian kanan dan mengiangat Allah dalam do’a menjelang tidur.

Sehat Melalui Pola Tidur Nabi

Bagaimana Tidur Nabi?

Tidur Rasulullah merupakan cara tidur terbaik dan sangat bermanfaat bagi tubuh, akal dan kesehatan. Berikut ini akan dijelaskan bagaimana etika tidur Rasulullah.

Waktu

  1. Rasulullah biasa tidur pada bagian awal malam (setelah isya) dan bangun pada awal dari sepertiga terakhir malam.
  2. Rasulullah setelah melakukan qiyamul lail, beliau tidur sejenak pada seperenam terakhir dari bagian sepertiga malam terakhir (sejenak sebelum shubuh).
  3. Rasulullah tidur sejenak setelah waktu dhuha berakhir sebelum memasuki waktu dzuhur (di antara keduanya)

Tempat

Rasulullah terbiasa tidur di atas sebuah tikar yang terbuat dari dedaunan.Mengapa Beliau memilih tikar yang di buat dari dedaunan? Hal ini di maksudkan agar beliau agar Beliau tidak terlena dan berlebih-lebihan dalam tidurnya.

Posisi

Rasulullah tidur dengan posisi berbaring menghadap ke kanan atau tidur pada sisi tubuh sebelah kanan. Tidur miring di atas lambung kanannya, kedua betisnya sedikit ditekuk,dan tangan kanan diletakkan di bawah pipi, sambil menghadap arah kiblat. posisi ini sama persis dengan posisi janin di dalam rahim ibu.

Etika

Berikut ini etika yang biasa dikerjakan oleh Rasulullah baik pada saat sebelum maupun sesudah tidur.

1) Berwudhu terlebih dahulu

Rasulullah bersabda kepada Al-Barra’ bin Azib :”Jika engkau akan pergi ke tempat tidurmu, hendaknya engkau berwudhu seperti wudhu untuk shalat.”

Baca Juga : Efek Kesehatan Tidur Dengan Lampu Menyala

2) Memulai tidur dengan miring ke kanan (di atas lambung kanannya), dan tidak apa-apa sesekali berubah posisi dengan tidur di atas lambung kirinya.

3) Mengucapkan dzikir-dzikir dan do’a –do’a sebelum tidur.

4) Ketika bangun tidur , sebelum berdiri,mengucapkan do’a bangun tidur.

Waktu tidur yang Buruk

Tidur dapat menyebabkan datangnya penyakit ,yaitu bagi yang tidur dalam kondisi berikut ini.

1) Tidur setelah makan

Abu Nu’aiman menyebutkan, Rasulullah menolak segera tidur setelah makan karena dapat mengeraskan hati. Para dokter juga menasihatkan orang untuk berjalan, meskipun hanya beberapa langka, setelah makan malam, sebab langsung tidur setelah makan malam sangat berbahaya. Para dokter muslim menanmbahkan bahwa orang juga dapat melakukan shalat setelah makan malam agar makanan tetap bertahan dalam perut sehingga dengan mudah makanan tersebut dicerna .

2) Tidur sepanjang hari

tidur dengan macam ini tidak pernah di contohkan oleh Nabi sehingga banyak sekali mudharatnya sehingga banyak muncul penyakit –penyakit. Akibat yang nampak jelas adalah wajah menjadi pucat, merusak limpah dan melemahkan syaraf. Selain itu, pelakunya juga bisa menjadi malas, pelupa dan menyia-nyiakan waktu.

3) Tidur sebelum Isya

Dari Abu Barzah ‘’Rasulullah membenci tidur sebelum shalat isya dan mengobrol setelahnya’’. Di dalam  hal ini mengapa Nabi melarang tidur sebelum isya? pada waktu ini kita masih punya tanggungan yaitu shalat isya yang selanjutnya ketika kita tidak ada kegiatan yang sangat penting maka kita harus segera tidur agar kita dapat bangun lebih awal di waktu pagi.

Yuk kak, kita teladani hal-hal tersebut agar tubuh kita sehat melalui pola tidur Nabi. 

English EN Indonesian ID
Scroll to Top