Griya Yatim & Dhuafa

Sejarah Hari Guru, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Griya Yatim Dhuafa

Donasiberkah.id- Guru merupakan seseorang yang sangat berjasa dalam kehidupan kita, saat kecil mungkin kita diajarkan cara membaca, mengeja, menulis yang baik dan benar, tak lupa disampaikan oleh mereka budi pekerti, karena memang peran mereka selain mengajar juga adalah seorang pendidik.

Hingga kini, kita tidak bisa menjadi seperti kita yang saat ini, kecuali di dalamnya terdapat bekas jasa seorang guru, itulah mereka, super hero di dunia nyata, pahlawan tanpa tanda jasa.

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru..

Namamu akan selalu hidup, dalam sanubariku..

Semua Baktimu akan kuukir di dalam sanubariku..

Sebagai prasasti terima kasihku tuk pengabdianmu..

(Sartono: Hymne Guru)

Selamat Hari Guru Nasional! Lirik lagu Hymne Guru di atas tentu tak asing di telinga anak-anak Indonesia sampai sekarang. Dari tingkat TK sampai SMA, lagu ciptaan Sartono tersebut tak pernah terlewat, khususnya ketika acara wisuda siswa. Hari ini, 25 Oktober 2021, diperingati sebagai Hari Guru Nasional yang juga bertepatan dengan ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Sejarah Hari Guru Nasional

Flat teachers' day landing page template Free Vector

Peringatan Hari Guru secara resmi ditetapkan pada 1994 melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 tentang Hari Guru Nasional.

Karena pentingnya peran guru, tak heran Sartono menggambarkannya dengan “pelita dalam kegelapan” dan “embun penyejuk dalam kehausan”. Menjelang peringatan Hari Guru pertama kali, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat itu, Wardiman Djojonegoro, menyebut segala prestasi dalam pendidikan tak lepas dari seorang guru.

Mengutip pemberitaan Harian Kompas, 25 November 1994, Wardiman mengatakan, guru merupakan kunci utama pembangunan sumber daya manusia dan menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat sekitar. Pemilihan Hari Guru Nasional yang bertepatan dengan ulang tahun PGRI ini dipandang sebagai upaya untuk mewujudkan penghormatan kepada guru. Sebelum berganti nama, organisasi guru tersebut dinamakan Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB).

wardiman djojonegoro - DATATEMPO

PGHB sendiri merupakan organisasi yang mewadahi perjuangan para guru pribumi di zaman Belanda dengan beranggotakan Guru Bantu, Guru Desa, Kepala Sekolah, dan Penilik Sekolah.

Umumnya, para guru yang tergabung dalam PGHB bertugas di Sekolah Desa dan Sekolah Rakyat Angka Dua. Tujuan berdirinya organisasi tersebut untuk mendorong para guru pribumi memperjuangkan persamaan hak dan posisi dengan pihak Belanda. Pada 1932, nama PGHB diubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI).

 Saat zaman pendudukan Jepang, PGI dilarang melakukan berbagai aktiivtas karena adanya larangan segala jenis organisasi. Setelah Indonesia merdeka, diadakan Kongres Guru Indonesia pada 24-25 November 1945 di Surakarta. Dalam kongres tersebut, dibentuklah organisasi PGRI untuk mewadahi semua guru di Indonesia.

Tema Hari Guru Nasional 2021

People holding rubber heart Free Photo

Tahun ini, Hari Guru Nasional 2021 bertemakan “Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan”.

Itulah teladan seorang guru, ketika mereka mengajar dengan hati, maka murid-muridnya akan tumbuh menjadi patriot-patrio kebaikan di masa mendatang, terimakasih untuk semua Guru yang sudah membawa cahaya dan arah dalam hidup kami.

Maukah sahabat jadi bagian dari pensejahtera anak-anak yatim dan dhuafa? Yuk tunaikan zakat, inaq-sedekah maupun wakaf di link kebaikan di bawah ini:

22 views
English EN Indonesian ID