Sejarah

SEJARAH


Berawal dari rasa simpati beberapa pendiri Yayasan Griya Yatim & Dhuafa yang melihat kondisi anak-anak ketika terpaksa harus putus sekolah atau bahkan tidak sekolah sama sekali karena harus bekerja untuk menyambung hidupnya di daerah sekitar, maka dibentuklah lembaga sosial yang fokus pada masalah sosial khususnya anak-anak. Dengan menempati sebuah rumah di pemukiman Bumi Serpong Damai (BSD) yang juga digunakan sebagai asrama yatim dan dhuafa, akhirnya terbentuklah organisasi sosial yang bernama Yayasan Griya Yatim & Dhuafa (GYD).

Pada awal berdirinya, GYD hanya menampung 9 orang anak yang tinggal diasrama dan membina sekitar 15 orang anak sekitar sebagai anak asuh non-mukim. Karena dukungan dan apresiasi penuh dari masyarakat yang terus meluas mendorong kami untuk selalu melakukan perbaikan dan pengelolaan yang lebih baik lagi khususnya dibidang pendidikan dan pembinaan terhadap penerima manfaat.

Banyak masyarakat memandang penting misi sosial ini yang kemudian diteruskan untuk  kiprah yang lebih luas. Hanya berselang beberapa bulan dari pertama kali asrama GYD dibuka, tepatnya pada bulan Agustus 2009 asrama kedua yang beralamat di Jl. Elang Raya Bintaro Jaya pun dibuka. Dan pada akhir tahun 2009, Yayasan Griya Yatim & Dhuafa telah membina lebih dari 100 anak asuh.

Setelah sembilan tahun sejak berdirinya GYD, berkat dukungan dan do’a dari para dermawan sekalian, Alhamdulillah Griya Yatim & Dhuafa telah tersertifikasi sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) seiring dikeluarkannya Surat Keputusan Kemenag RI No. 287 Tahun 2018. Semoga dengan terbitnya izin ini, GYD sebagai LAZNAS dapat lebih banyak menebar manfaat dan membentang kebaikan di Indonesia.