Griya Yatim & Dhuafa

Selamatkan Hati dengan Lima Perkara

admin

Sahabat, hati merupakan bagian dari diri kita yang menentukan berbagai macam tindakan yang kita lakukan. Hati merupakan bagian yang sangat penting, oleh karena itu kita harus menjaga nya dari segala macam kerusakan dan penyakit. Maka yuk Selamatkan Hati dengan Lima Perkara.

Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya di dalam jasad (badan) terdapat segumpal daging, jika ia bagus maka seluruh jasadnya bagus. Dan jika rusak maka seluruh jasadnya pun rusak. Ketahuilah Segumpal daging itu adalah hati.” (HR Bukhari dan Muslim). 

Hati juga seperti tubuh kita, hati juga dapat terjangkit oleh penyakit-penyakit yang disebut dengan penyakit hati. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman : “Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.” (QS. Al-Baqarah : 10).

Menurut beberapa ahli tafsir, penyakit yang disebutkan pada ayat tersebut adalah munafik. Tapi sebenarnya terdapat beberapa pencabangan dari penyakit hati.

Selamatkan Hati dengan Lima Perkara

Hati seseorang itu dapat menjadi sakit. Sakitnya bisa jadi semakin parah hingga menjadikan hati itu mati tanpa sepengetahuan diri kita. Petanda seseorang yang hatinya sakit adalah ia tidak lagi dapat merasakan sakitnya melakukan perbuatan-perbuaan maksiat.

Dan pada hati yang sakit terdapat kecintaan dan ketamakan terhadap syahwat, hasad, dan sombong yang merupakan sumber bencana dan kehancuran bagi dirinya.

Seseorang terkena yang memiliki penyakit hati juga ada sebabnya. Penyebabnya yaitu karena dia tidak segera menyadari kesalahannya ketika melakukan perbuatan maksiat, bahkan bisa jadi dia tidak menganggap dirinya melakukan kesalahan.

Dengan begitu dia akan terus melakukan perbuatan maksiat tersebut dan juga melakukan perbuatan maksiat yang lainnya. Ketika dia melakukan perbuatan maksiat, maka muncul titik hitam di hatinya yang merupakan tanda penyakit hati. Dan jika dia terus bermaksiat maka hati itu akan menjadi hitam legam atau mati.

Penyebab lainnya adalah  karena mencampuradukkan kebaikan dengan kemungkaran, sehingga ia tidak mengenali lagi mana kebaikan dan yang mana kemungkaran. Bahkan bisa jadi dia meyakini bahwa suatu kemungkaran merupakan kebaikan dan sebaliknya. Dan yang terakhir adalah menjadikan hawa nafsu sebagai hakim, pemimpin dan panutan dalam mengambil sebuah tindakan.

Terkadang seseorang menyadari bahwa terdapat penyakit dalam hatinya, namun dia takut. Takut untuk merasakan pahitnya obat penawar. Sehingga dia pun lebih memilih tetap menderita penyakit untuk selamanya. Hati yang sakit maka akan enggan untuk mengkonsumsi ‘makanan’ yang bermanfaat.

Baca Juga : Anjuran Untuk Puasa Syawal

Sahabat, bila terjadi sakit fisik maupun hati yang sakit harus segera diobati, karena sehat keduanya sangat membantu kita mendekat kepadaNya. Ketika kita terjangkit oleh penyakit hati kita harus segera menangani nya dan juga harus memiliki kemauan untuk sembuh.

Oleh karena itu,Penyakit hati harus lebih fokus untuk disembuhkan mengingat hati adalah raja bagi tubuh. Jika hati sehat akan mempengaruhi organ tubuh yang lainnya.

Untuk itu ulama memberi nasehat bahwa ada 5 perkara yang bisa menjadi Selamatkan Hati dengan Lima Perkara yakni :

  1. Berkumpul dengan orang-orang shalih  
  2. Membaca Al Quran dan mentadaburinya
  3. Mengosongkan perut dengan cara mengambil sedikit saja dari makanan yang halal. Karena makanan halal bisa menjadi pelita bagi hati
  4. Shalat Malam (Tahajud)
  5. Memperbanyak dzikir sebelum subuh

Dengan obat tersebut, kita dapat menyembuhkan hati kita dari penyakit yang menjangkitnya. Selain dengan obat tersebut kita juga harus mengkonsumsi nutrisi untung menjaga hati kita tetap selamat dari berbagai macam penyakit hati, antara lain adalah memperbanyak istighfar, doa, dan dzikir.

Sahabat, semoga kita terhindar dari berbagai macam penyakit hati yang dapat menjerumuskan kita pada kebodohan.

37 views