Griya Yatim & Dhuafa

Sunnah yang Terabaikan Bagi Orang yang Berqurban

Sahabat, belum sampainya suatu ilmu seringkali menjadi penyebab terabaikannya sekian banyak sunnah, baik berupa perintah ataupun larangan. Salah satunya Sunnah Bagi Orang yang Berqurban. Oleh karenanya, sudah seharusnya, bahkan wajib bagi setiap muslim untuk membekali kehidupan ini dengan ilmu agama yang benar, sehingga tidak berujung penyesalan hidup di kemudian hari.

Termasuk sunnah yang terabaikan bagi seseorang yang telah memiliki hewan qurban yang akan disembelih. Bagi muslim yang akan berqurban, disunnahkan agar tidak : memotong, mencabut rambut atau kukunya mulai awal bulan Dzulhijjah hingga saat menyembelih hewan qurban.

Seperti yang disabdakan Rasulullah : “Jika masuk bulan Dzulhijjah dan salah seorang dari kalian ingin menyembelih qurban, maka hendaklah ia tidak memotong sedikitpun dari rambut dan kukunya”. (HR. Muslim).

Atau dalam riwayat lain disebutkan, “Apabila telah masuk sepuluh (hari pertama bulan Dzulhijjah), salah seorang di antara kalian ingin berqurban, maka janganlah sedikit pun ia menyentuh (memotong) rambut (bulu)nya dan mengupas kulitnya.” ( HR. Ahmad)

Sunnah yang Terabaikan Bagi Orang yang Berqurban

Hadist diatas membimbing kita terutama bagi seorang muslim yang telah mempersiapkan hewan qurban untuk disembelih pada hari raya atau pada hari setelahnya (tanggal 11,12,13 Dzulhijjah). Apabila telah masuk tanggal 1 Dzulhijjah, hendaknya ia menahan diri untuk tidak mencukur atau mencabut rambut/bulu apapun yang ada pada dirinya (baik rambut kepala, ketiak, tangan, kaki, dan yang lainnya).

Demikian pula tidak boleh memotong kuku (tangan maupun kaki) serta tidak boleh mengupas kulit badannya (baik pada telapak tangan maupun kaki, ujung jari, tumit, atau yang lainnya). Larangan ini berlaku bagi yang memiliki hewan qurban dan akan berqurban, bukan bagi seluruh anggota keluarga seseorang yang akan berqurban. Larangan ini berakhir hingga seseorang telah menyembelih hewan qurbannya.

Hikmah hadits 

Pendapat pertama mengatakan bahwa hikmah dari larangan tersebut (memotong rambut, kuku, dan mengupas kulit), agar diserupakan dengan orang yang berihram (menunaikan haji). Dan mendekatkan diri kepada Allah dengan cara menyembelih qurban (tidak haji).

Ada pula yang berpendapat agar  seluruh anggota tubuh orang yang berqurban tetap lengkap ketika dibebaskan dari api neraka.

Perbedaan pendapat di kalangan ulama

Para ulama memiliki perbedaan pendapat dalam menyikapi larangan dalam sunnah ini. Ada yang berpendapat hukum dari perkara tersebut sesuai dengan apa yang nampak pada lafadz hadits tersebut. Sehingga mereka berpendapat bahwa hukumnya haram bagi seseorang untuk melakukannya (memotong kuku dan rambut serta mengupas kulit). Hal tersebut membuat perkara ini menjadi wajib, bukan lagi sunnah.

Di antara mereka yang berpendapat demikian adalah, Sa’id bin Musayyib, Rabi’ah bin Abi Abdirrahman, Ahmad bin Hanbal, Ishaq bin Rahawaih, dan sebagian dari pengikut Al-Imam Asy-Syafi’i.

Namun pendapat yang lainnya menyebutkan bahwa perkara tersebut hukumnya makruh (lebih utama tidak dikerjakan), bukannya haram. Sehingga hukumnya sunnah untuk melakukan perkara tersebut. Dan yang berpendapat semisal ini adalah Al-Imam Asy-Syafi’i , Al-Imam Malik dan sebagian pengikut Al-Imam Ahmad seperti Abu Ya’la dan yang lainnya.

Adapun terdapat pendapat lainnya yang menyebutkan sunnah bagi orang yang berqurban yang satu ini adalah mubah. Pendapat ini dipegang oleh Abu Hanifah dan pengikutnya.

Baca Juga : Adab-adab Menyembelih Hewan Qurban

Kesalahan dalam pemahaman hadits

Sebagian orang ada yang memahami hadits tentang larangan mencukur rambut/bulu, memotong kuku, dan mengupas kulit tersebut. Mereka berpendapat bahwa kata ganti dalam hadits diatas (kulitnya, rambutnya, kukunya), merujuk pada hewan qurban yang akan disembelih.

Maka jika demikian, hadits di atas memiliki makna : “Apabila telah masuk 10 hari awal Dzulhijjah, dan salah seorang di antara kalian akan berqurban, maka janganlah ia mencukur bulu (hewan yang akan dia sembelih), memotong kuku (hewan qurban), dan jangan mengupas kulit (hewan qurban).”

Tentunya hadits tersebut tidak bermakna demikian. Makna yang seperti ini tidak selaras dengan hikmah yang terkandung dalam hadits tersebut.

Yuk sahabat, jangan lewatkan sunnah-sunnah tersebut. Semoga tahun ini kita dimudahkan oleh Allah untuk berqurban dan melaksanakan sunnah tersebut. Yuk sahabat, bersama Laznas Griya Yatim & Dhuafa kita tunaikan qurban tahun ini.

Harga hewan qurban :

  • Domba      = 2.600.000 (23-27 kg)
  • Sapi 1/7     = 2.400.000 (230-270 kg)
  • Sapi utuh = 16.800.000 (230-270 kg)

Transfer Qurban :

BCA                    : 899 0717 100

Mandiri            : 164 0023 3023 36

A.n Yayasan Griya Yatim & Dhuafa

Link Qurban    : https://bit.ly/SpiritOfQurban

Email Qurban : gydqurban@gmail.com

English EN Indonesian ID
Scroll to Top