Griya Yatim & Dhuafa

Tetap Istiqomah Selepas Bulan Ramadhan

admin

Baru saja kita melewati bulan yang penuh dengan keberkahan, yaitu bulan Ramadhan. Segala macam keberkahan terdapat di bulan Ramadhan dan keberkahaan itu menyebar ke setiap lini kehidupan masyarakat. Setiap umat muslim bersemangat untuk beribadah dan beramal saleh. Segala macam cara dilakukan untuk lebih mendekatkan diri kita kepada Allah dan mencapai tujuan akhir bulan Ramadhan yaitu agar kita bertakwa. Tapi bukan hanya itu, kita juga harus bisa untuk tetap istiqomah selepas bulan Ramadhan. Istiqomah dalam beribadah dan menjaga keimanan yang telah kita bangun selama bulan Ramadhan.

Bulan ramadhan merupakan bulan pendidikan. Dalam bulan Ramadhan kita di didik untuk menjadi lebih bertakwa. Dilatih untuk disiplin dengan berpuasa. Juga dilatih agar menjadi seorang muslim yang peduli terhadap sesama muslim dengan keindahan dan keutamaan berbagi. Di bulan ramadhan kita di didik sedemikian rupa sehingga kita menjadi pribadi dengan akhlak yang lebih baik dari sebelumnya.

Tetap Istiqomah Selepas Bulan Ramadhan

Oleh karena itu, setelah kita keluar dari bulan Ramadhan apakah tujuan datangnya bulan Ramadhan itu telah tercapai pada diri kita? Apakah kita telah menjadi pribadi yang lebih baik? dan sanggupkah kita tetap istiqomah selepas bulan Ramadhan? Hal-hal tersebutlah yang harus kita perhatikan selepas kita meninggalkan bulan Ramadhan.

Kita telah melalui bulan ramadhan yang merupakan bulan pendidikan dan dipenuhi oleh latihan-latihan. Oleh karena itu selepas bulan Ramadhan kita harus menerapkan hasil didik bulan ramadhan dan hasil latihan kita 11 bulan yang akan datang. Apa itu makna dari tetap istiqomah dalam beribadah dan mempertahankan keimanan kita?

Makna dari istiqomah selepas bulan Ramadhan adalah beribadah layaknya kita beribadah di bulan Ramadhan. Semisal kita mendirikan sholat malam saat bulan Ramadhan, banyak bersedekah, berpuasa, dan berbagai ibadah lainnya. Kita harus berusaha agar dapat tetap menjalaninya walaupun selepas bulan Ramadhan. Orang yang hanya mengenal Allah ketika bulan Ramadhan datang adalah orang yang buruk, karena sejatinya seseorang yang beriman itu seseorang yang rajin dan bersungguh sungguh dalam beribadah dalam setahun penuh.

Rasulullah bersabda : “Keimanan itu bertambah dan berkurang” (HR. Bukhari). Mempertahankan keimanan itu bukanlah hal yang mudah. Sudah sewajarnya keimanan itu bertambah dan berkurang, namun kita harus menjaga diri kita agar keimanan kita tidak selalu berkurang. Dan jangan hanya di bulan Ramadhan saja keimanan kita bertambah.

Baca Juga : Anjuran Puasa Syawal

Untuk menjaga keimanan kita selepas bulan Ramadhan, terdapat amalan yang sangat dianjurkan yaitu berpuasa 6 hari pada bulan syawal. Selain sebagai bentuk istiqomah kita selepas bulan Ramadhan, puasa sunnah syawal juga memiliki keutamaan yang sangat besar. Rasulullah bersabda : “Barangsiapa yang telah berpuasa Ramadhan dan kemudian dia mengikutkannya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti orang yang berpuasa selama satu tahun.” (HR Muslim).

Selepas bulan Ramadhan ini semoga setiap amalan kita di terima oleh Allah dan terhindar dari golongan orang-orang yang celaka.Siapa itu orang-orang yang celaka selepas bulan Ramadhan? Sahabat, Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda : “Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni.” (HR. Ahmad).

Sahabat dermawan, Yuk kita pertahankan semangat kita dalam beribadah. Meskipun bulan Ramadhan telah berlalu tapi kita tetap harus istiqomah untuk menjaga keimanan kita dan menjadi pribadi yang lebih bertakwa.

61 views