Griya Yatim & Dhuafa

Thalhah bin Ubaidillah yang tak pernah ingkar janji

Sahabat, yuk kita simak kisahnya⠀

Nama lengkapnya adalah Thalhah bin Abdillah bin Utsman bin Kaab bin Said. Thalhah termasuk salah seorang dari sepuluh orang yang pertama masuk Islam, dimana pada saat itu satu orang bernilai seribu orang dan yang dijanjikan masuk surga.⠀

Thalhah seorang pemuda Quraisy yang memilih profesi sebagai saudagar. Meski masih muda, Thalhah punya kelebihan dalam strategi berdagang, ia cerdas dan pintar, hingga dapat mengalahkan pedagang-pedagang lain yang lebih tua.

Thalhah bin Ubaidillah yang tak pernah ingkar janji

Kemurahan dan kedermawanan Thalhah bin Ubaidillah patut kita contoh dan kita teladani. Dalam hidupnya ia mempunyai tujuan utama yaitu bermurah dalam pengorbanan jiwa.

Thalhah bin Ubaidillah, sejak awal keislamannya sampai akhir hidupnya dia tidak pernah mengingkari janji. Janjinya selalu tepat. Ia juga dikenal sebagai orang jujur, tidak pernah menipu apalagi berkhianat. Pernahkah anda melihat sungai yang airnya mengalir terus menerus mengairi dataran dan lembah? Begitulah Thalhah bin Ubaidillah. Ia adalah seorang dari kaum muslimin yang kaya raya, tapi pemurah dan dermawan.⠀

Baca Juga : Ali bin Abi Thalib Dermawan Dalam Kekurangan

Pernah Thalhah berhasil menjual tanahnya dengan harga tinggi, sehingga harta bertumpuk di rumahnya, maka mengalirlah air matanya, dan ia berkata, “Sungguh, jika seseorang ‘dibebani’ bermalam dengan harta sebanyak ini dan tidak tahu apa yang akan terjadi, pastilah akan mengganggu ketentraman ibadahnya kepada Allah…!”⠀

Malam itu juga ia memanggil beberapa sahabatnya dan membawa harta tersebut berkeliling di jalan-jalan di kota Madinah untuk dibagikan kepada yang membutuhkan. Sampai fajar tiba belum habis juga, dan diteruskan setelah shalat subuh hingga menjelang siang. Beliau baru merasa lega setelah tidak tersisa lagi walau hanya satu dirham.

Assaib bin Zaid berkata tentang Thalhah bin Ubaidillah, katanya, “Aku berkawan dengan Thalhah baik dalam perjalanan maupun sewaktu bermukim. Aku melihat tidak ada seorangpun yang lebih dermawan dari dia terhadap kaum muslimin. Ia mendermakan uang, sandang dan pangannya.”⠀

Sahabat, semoga kita bisa meneladani sosok beliau yang mulia.

English EN Indonesian ID
Scroll to Top