Griya Yatim & Dhuafa

Toleransi Hasan Al-Bashri Dengan Tetangga Nasrani

Donasiberkah.id- Di rumah susun yang tidak terlalu besar tinggallah Hasan Al-Bashri bersama istri tercinta. Di bagian atas rumahnya adalah tempat tinggal tetangganya yang seorang Nasrani. Kehidupan rumah tangga dan bertetangga mengalir tenang dan harmonis meski diliputi kekurangan menurut ukuran duniawi.

Di dalam kamar Hasan al-Bashri selalu terlihat ember kecil penampung tetesan air dari atap kamarnya, hal ini disebabkan karena rembesan air yang selalu menetes yang bersala dari tetangga rumah susunnya. 

HD wallpaper: water drop on bucket photo, water ripples on top of green  plastic bucket | Wallpaper Flare

Istrinya memang sengaja memasang ember atas permintaan Hasan al-Bashri agar tetesan tak meluber. Hasan al-Bashri rutin mengganti ember itu tiap kali penuh dan sesekali mengelap sisa percikan yang sempat membasahi ubin.

Hasan al-Bashri tak pernah berniat memperbaiki atap itu.

“Kita tak boleh mengusik tetangga,” begitu katanya kepada sang Istri.

Jika dirunut, atap kamar Hasan al-Bashri tak lain merupakan ubin kamar mandi seorang Nasrani, tetangganya. Karena ada kerusakan, air kencing dan kotoran merembes ke dalam kamar Sang Imam  tanpa mengikuti saluran yang tersedia.

Tetangga Nasrani itu tak bereaksi apa-apa tentang kejadian ini karena memang Hasan al-Bashri sendiri belum pernah memberitahunya.

Sunlight streaming through the window. | Window photography, Through the  window, Interior and exterior

Hingga suatu ketika Hasan al-Bashri jatuh sakit, si tetangga Nasrani menjenguk dan menyaksikan sendiri cairan najis kamar mandinya menimpa ruangan Hasan Al-Bashri.

“Imam, sejak kapan engkau bersabar dengan semua ini,” tetangga Nasrani tampak menyesal.

Hasan al-Bashri hanya terdiam memandang, sambil melempar senyum pendek.

Baca Juga : Kisah Muwaffaq – Pahala Membantu Tetangga dan Anak Yatim

Merasa tak ada jawaban tetangga Nasrani pun setengah mendesak. 

“Tolong katakan dengan jujur, wahai Imam. Ini demi melegakan hati kami.”

Dengan suara berat Hasan al-Bashri pun menimpali, “Dua puluh tahun yang lalu.”

“Lantas mengapa engkau tidak memberitahuku?”

 

“Memuliakan tetangga adalah hal yang wajib. Nabi kami mengajaran, ‘Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka muliakanlah tetangga’. Anda adalah tetangga saya,” tukasnya lirih.

Crying Man with Tears in : vidéo de stock (100 % libre de droit) 6049241 |  Shutterstock

Tetangga Nasrani itu pun menangis, seketika dengan sukarela ia mengucapkan dua kalimat syahadat di hadapan Hasan al-Bashri.

Maukah sahabat jadi bagian dari pensejahtera anak-anak yatim dan dhuafa? Yuk tunaikan zakat, infaq-sedekah maupun wakaf di link kebaikan di bawah ini:

English EN Indonesian ID
Scroll to Top