Griya Yatim & Dhuafa

Yuk Bantu Ibu Sari Jual Tusuk Sate Demi Menghidupi Keluarganya

Griya Yatim Dhuafa
Yuk Bantu Ibu Sari Jual Tusuk Sate Demi Menghidupi Keluarganya
             Yuk Bantu Ibu Sari Jual Tusuk Sate Demi Menghidupi Keluarganya

Donasiberkah – Kak, pernahkah kita terlintas didalam pikiran kita, bagaimana nasib orang tua yang berjuang sendiri di masa pandemi seperti ini? Menjadi orangtua tunggal dan menghidupi kedua putra yatimnya. Inilah kehidupan yang dialami Ibu Sari (41 th) seorang janda dhuafa. Suaminya yang bernama Pak Sarkani meninggal dunia pada tahun 2013 lalu, akibat menderita muntaber. Sejak saat itu, Ibu Sari yang menjadi tulang punggung dan kepala keluarga bagi kedua putra yatimnya. Inilah artikel yuk bsntu ibu sari jual tusuk sate demi menghidupi keluarganya, yuk kita simak.

Berjuang Mencari Kebetuhan

Ibu Sari saat ini tinggal di daerah Parung Panjang-Jawa Barat, dengan rumah yang sederhana itu, ia tinggal bersama kedua putranya bernama Maulana (10 th), dan Sarmin (7 th  Untuk menghidupi kebutuhan hidup, ia bekerja sebagai pembuat tusuk sate.

Baca Juga : Bantu Perjuangan Kakek Nenek Mencari Nafkah

Setiap harinya, ia harus berjalan seorang diri setapak demi setapak untuk mencari bambu di perkebunan milik tetangganya yang ia beli seharga Rp. 10.000/batangnya, sebagai bahan baku untuk membuat tusuk sate yang akan ia jual.

Yuk Bantu Ibu Sari Jual Tusuk Sate Demi Menghidupi Keluarganya
Yuk Bantu Ibu Sari Jual Tusuk Sate Demi Menghidupi Keluarganya

Semangat Yang Tak Pernah Luntur

Dengan sekuat tenaga, ia menebang bambu yang sudah ia pilih, dengan berpeluh keringat setelah membawa bambu tadi, ia masih harus melanjutkan dengan memotong bambu menjadi beberapa tusukan sate yang siap dijual. Dengan kasih sayang kepada Ibunya, kedua putranya ikut membantu Ibu Sari merapihkan tusuk sate dengan tangan mungil & terampilnya.

Untuk 1 bambu yang ia dapat, bisa menghasilkan 20 ikat (200 tusuk sate per ikat). Namun dalam satu hari, ia hanya mampu membuat 3-4 tusuk yang dihargai Rp. 2.500 per ikatnya. Oleh karenanya, Ibu Sari hanya mendapatkan penghasilan Rp.7.500 – Rp.10.000 per harinya. Dengan pendapatannya tersebut, ia gunakan untuk kebutuhan hidupnya bersama kedua putra yatimnya setiap hari. 

Baca Juga : Bantu Lansia Berjuang di Tengah Penyakit Kanker Rahim

Yuk Bantu Perjuangan Ibu Sari

Melihat kesulitan yang menghimpit keluarga Ibu Sari, Griya Yatim & Dhuafa (GYD) berinisiatif mengajak seluruh #SahabatDermawan dan #OrangBaik untuk menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu kebutuhan kesehariannya Ibu Sari dan kedua buah hatinya dengan cara :

154 views