Griya Yatim & Dhuafa

Yuk Bantu Perjuangan Kakek Demi Memenuhi Kebutuhan Cucu Yatim Piatunya

Yuk bantu Perjuangan Kakek Demi Memenuhi Kebutuhan Cucu Yatim Piatunya
Yuk bantu Perjuangan Kakek Demi Memenuhi Kebutuhan Cucu Yatim Piatunya

Donasiberkah – Sahabat Dermawan, kehidupan di negeri ini belum kunjung membaik akibat Covid-19. Di masa seperti ini, banyak sekali saudara kita yang membutuhkan. Salah satunya kisah Kakek Anda (66 th) merubah profesinya sebagai pembuat bakul dari bambu (dikenal juga ‘bakoko’) setelah mengalami kecelakaan selagi bekerja sebagai kuli panggul batu. Inilah artikel yuk bantu perjuangan kakek demi memenuhi kebutuhan cucu yatim piatunya, yuk kita simak.

Perjuangan Dalam Mencari Rezeki

Keadaan Kakek Anda saat ini tidak bisa berjalan dengan langgeng (pincang), sebab cedera di pinggul. Di bantu oleh istrinya yang setia, Nenek Onah (50 th) yang tiap harinya mencari bambu di kebun dan dipanggulnya bambu itu kerumah untuk dijadikannya sebagai bakul lalu kemudian dijual. Dalam sehari, bakul yang dapat diselesaikan hanyalah 3 bakul dan hanya dihargai Rp.5000,- per bakul nya.

Baca Juga : Bantu Lansia Bertahan Hidup Ditengah Susahnya Ekonomi

Tentu dengan penghasilan yang hanya Rp.15.000,- per hari, Kakek Anda dan juga Nenek Onah tidak bisa untuk mencukupi kebutuhannya juga cucunya, Anisa (8 th), dan anaknya yang tuna rungu bernama Aja (20 th). Sebab itulah, Nenek Onah mesti mencari pekerjaan tambahan yang lain untuk bisa menghidupi Anisa dan Aja.

Pekerjaan yang ditekuni Nenek Onah adalah sebagai buruh tani. Namun untuk bisa mendapatkan hasilnya (bayarannya), Nenek Onah mesti menunggu selama 3 bulan.

“Selain harus nyari bambu, harus sempatkan diri juga untuk mengurus sawah. Untuk bayarannya, nanti waktu panen, biasanya 5 bokol, sama yang punya sawah dikasih 1 bokol buat saya.” Kata Nenek Onah.

Yuk bantu Perjuangan Kakek Demi Memenuhi Kebutuhan Cucu Yatim Piatunya
Yuk bantu Perjuangan Kakek Demi Memenuhi Kebutuhan Cucu Yatim Piatunya

“Satu bokol padi itu biasa cuman cukup untuk 2 minggu, selebihnya cuman ngandelin penghasilan dari bikin bakul.” Tambah Kakek Anda.

Ikhtiar & Usaha Terus Dilakukan

Semua ikhtiar telah dilakukan oleh Kakek Anda dan juga Nenek Onah untuk bisa memenuhi kebutuhan Anisa sebagai bentuk kasih sayangnya. Sebab, Anisa hampir tidak pernah merasakan kasih sayang orang tuanya, Anisa menjadi seorang yatim dan piatu saat berumur 2 tahun.

“Aku seneng bisa tinggal sama kakek dan nenek, aku juga senang bisa bantuin kakek bikin bakul.” Ucap Anisa dengan senyum.

Demikianlah kondisi yang dirasakan oleh Kakek Anda dan Nenek Onah yang berjuang demi menghidupi anaknya yang tuna rungu dan cucu yatim piatunya.

Baca Juga : Yuk Bantu Guru Ngaji Di Tengah Keterbatasannya

Yuk Bantu Bantu Kakek Anda

Melihat kondisi demikian, Griya Yatim & Dhuafa (GYD) berinisiatif untuk mengajak seluruh #SahabatDermawan dan #OrangBaik untuk membantu Perjuangan Kakek Anda hidupi anaknya yang tuna rungu dan cucu yatim piatunya untuk bertahan hidup dengan cara :

English EN Indonesian ID
Scroll to Top