Griya Yatim & Dhuafa

Yuk Bantu Perjuangan Keluarga Yatim & Dhuafa

Yuk Bantu Perjuangan Keluarga Yatim & Dhuafa
                              Yuk Bantu Perjuangan Keluarga Yatim & Dhuafa

Donasiberkah – Sahabat Dermawan, Banyak saudara-saudara di luaran sana yang membutuhkan bantuan dari #SahabatDermawan dan #OrangBaik. Salah satunya dari keluarga Ibu Siti Halimah (45 th), seorang janda beranak 6, ia seorang diri merawat anak-anaknya dengan penuh kasih sayang dan perjuangan yang luar biasa. Inilah artikel tentang yuk bantu perjuangan keluarga yatim & dhuafa, yulk kita simak.

Baca Juga : Bantu Akmal Sang Yatim Ingin Melanjutkan Sekolah

Berjuang Menghidupi Keluarga Kecilnya

Diantara 6 anaknya, salah satu anaknya tidak sama seperti anak-anak lainnya. Sejak lahir, ia terkena penyakit syaraf sehingga membuat kakinya lemah dalam menumpu tubuhnya saat berdiri lama. Sejak ditinggal suami, Ibu Siti mengais rejeki sebagai kuli gosok. “Saya membanting tulang supaya anak-anak bisa makan dan sekolah”-Ibu Siti Halimah.

Karena penghasilan kuli gosok yang kurang untuk memenuhi sehari-hari, Ibu Siti mengais rejeki dengan berjualan kerupuk yang dibantu oleh anak-anaknya. Bahkan mereka ikut serta membantu dalam proses menggoreng, membungkus hingga menjual kerupuk-kerupuk tersebut.

Baca Juga : Bantu Kakek & Nenek Untuk Bisa Makan

Ibu Siti dan 6 anaknya berjualan kerupuk dengan cara berkeliling kampung, penghasilan yang diperoleh dari berjualan kerupuk sekitar Rp. 15.000/hari. Semenjak pandemi, penghasilan Ibu Siti dan anak-anaknya semakin berkurang sehingga kebutuhan sehari-hari semakin memprihatinkan.

Yuk Bantu Perjuangan Keluarga Yatim & Dhuafa
Yuk Bantu Perjuangan Keluarga Yatim & Dhuafa

Rela Banting Tulang Untuk Sang Anak

Semua itu beliau lakukan demi keenam anaknya. Tak masalah seberapa banyak peluh yang beliau habiskan demi sesuap nasi. 

Baca Juga : Bantu Biaya Pendidikan Yatim & Dhuafa

Nyatanya, upah sejumlah 15.000 ribu tak mampu menyanggupi kebutuhan keenam anaknya. Seringkali, mereka kelaparan karena tak ada makanan. 

“Seandainya saya bisa lebih kuat, saya akan melakukan berbagai pekerjaan dalam satu waktu demi memenuhi kebutuhan keluarga. Gak tega melihat anak saya harus menahan lapar karena menunggu saya pulang.” – Ibu Siti (45 tahun).

Baca Juga : Raih Pahala Dengan Membantu Mewujudkan Cita-Cita Yatim Fauzi

Yuk Ringankan Beban Saudara Kita

Orang-orang baik, begitu luar biasa perjuangan Ibu Siti demi hidupi keluarganya. Bayangkan, seberapa banyak peluh yang beliau habiskan setiap harinya hanya demi sesuap nasi? Mari kita bersama-sama membantu keluarga Ibu Siti.  Yuk #Orangbaik dan #Sahabatdermawan kita apresiasi perjuangan Ibu Siti dalam menghidupi keenam anak yatimnya dengan cara :

English EN Indonesian ID
Scroll to Top