Griya Yatim & Dhuafa

Yuk Tunaikan Zakat, Siapa Takut?

Donasiberka.id – Kak, sebelum kita menunaikan zakat, apakah kita sudah mengetahui pengertian dari zakat itu sendiri dan macam-macam dari zakat? Nah, Secara bahasa, zakat berarti “tumbuh”, “berkembang”, “mensucikan” atau “membersihkan”. Zakat sendiri merupakan salah satu dari rukun islam yakni nomor ketiga, sehingga hukum dari zakat tersebut adalah wajib sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Inilah artikel tentang yuk tunaikan zakat, siapa takut? Yuk, kita simak. 

Perbedaan Antara Zakat Dengan Infaq dan Sedekah

Apa sih yang membuat Zakat itu berbeda dengan infaq dan sedekah? Nah, salah satu yang membuat zakat berbeda dari sedekah dan infaq adalah zakat hanya diberikan kepada delapan golongan yang berhak menerimanya. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman : “Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Maha bijaksana” (QS. At-Taubah : 60).

Baca Juga : Saat Gajian, Saatnya Tunaikan Zakat Penghasilan

Jenis-Jenis Zakat

Secara garis besar, zakat terbagi menjadi dua, zakat Nafs (Jiwa) dan Zakat Maal, mari kita bahas satu persatu.

  1. Zakat Nafs (Jiwa), disebut juga Zakat Fitrah.

Zakat fitrah diwajibkan pada setiap manusia (termasuk bayi) yang dibayarkan 1 tahun sekali, pada saat bulan Ramadhan sampai dengan sebelum khutbah Idul  fitri, Apabila dibayarkan setelah imam naik mimbar maka dianggap sedekah biasa. Besar zakat fitrah yang dibayarkan yaitu 2,5 Kg atau 3,5 Liter beras atau disesuaikan dengan makanan pokok penduduk setempat.

  1. Zakat Maal (Zakat Harta)

Harta yang wajib dizakatkan  (Masing-masing jenis zakat memiliki ketentuannya sendiri), adalah:

  1.       Harta peternakan

Ternak yang dikenakan zakat adalah (a) Sapi, kerbau, dan kuda, (b)  Kambing, dan domba dihitung berdasarkan jumlah (ekor). Sedangkan untuk ternak unggas dan perikanan dihitung berdasarkan ketentuan zakat perdagangan.

  1.       Emas dan perak

Nisab Emas adalah sebesar 85 gram emas, sehingga jika seseorang memiliki emas sebesar 85 gram emas seseorang wajib membayar zakat. Namun uang tunai, tabungan, cek, saham, surat berharga, ataupun lainnya dikategorikan dalam “emas dan perak”. Jika dijumlahkan seluruh uang, tabungan, cek, saham, surat berharga mencapai 85 gram emas maka orang tersebut terkena wajib zakat (2,5%).

Yuk Tunaikan Zakat, Siapa Takut?
                                       Yuk Tunaikan Zakat, Siapa Takut?
  1.       Perniagaan/Perdagangan

Perhitungannya mirip seperti  zakat emas dan perak, bila suatu badan usaha (perdagangan, industri, agrobisnis, ataupun jasa) pada akhir tahun memiliki total kekayaan lebih besar atau setara dengan 85 gram emas, maka wajib mengeluarkan zakat 2,5% saja.

Cara menghitung total kekayaan adalah kekayaan (Aset likuid + Stok barang + barang yang dibeli 1 tahun terakhir + piutang) – (Utang) = Total kekayaan.

Baca Juga : Kenapa Harus Bayar Zakat?

  1.       Hasil pertanian

Nisabnya 5 wasaq atau setara dengan 653 kg padi atau 524 kg beras. Hasil pertanian yang diairi dengan air hujan/sungai/mata air wajib zakat 10%.

Bila diairi dengan cara disiram/irigasi (terdapat biaya tambahan), maka zakat 5% dari nilai panen.

  1.       Zakat profesi

Nisab zakat profesi adalah 85 gram emas murni dalam 1 tahun (seperti zakat emas dan perak), besar zakat 2,5% dari total penghasilan kotor.

Jadi dengan asumsi harga emas per gram Rp.600.000,- maka jika pendapatan seseorang dalam satu tahun mencapai Rp. 43.500,00,- dia wajib zakat. Zakat profesi dapat dibayarkan setiap bulan atau 2,5% dari total penghasilan kotor dalam satu tahun terakhir.

Yuk Tunaikan

Yuk Kak, tunaikan zakatnya di Laznas Griya yatim & Dhuafa. Setiap harta yang disisihkan akan kami berikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya. Semoga Allah menerima dan juga membalasnya dengan balasan yang lebih baik lagi. Aamiin.

English EN Indonesian ID
Scroll to Top