Griya Yatim & Dhuafa

Zakat Penghasilan untuk Yatim dan Janda, Bagaimanakah Hukumnya?

Donasiberkah.id – Kak, zakat profesi (harta) wajib untuk ditunaikan setiap umat Islam. Bagi mereka yang telah memiliki penghasilan dan juga telah mencapai nishabnya. Ibadah Zakat profesi atau zakat penghasilan adalah sebagian harta yang harus ditunaikan oleh dari hasil kerjanya (gaji) atau penghasilan yang ia peroleh. Inilah artikel mengenai zakat penghasilan untuk yatim dan janda, bagaimana hukumnya?, yuk kita simak.

Kak, bagi orang yang memiliki harta, maka zakat menjadi sebuah kewajiban. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman : “Dan dirikanlah shalat dan tunaikan lah zakat…” (QS. Al-Baqarah : 110). Dan para Ulama pun telah mengatur beragam jenis zakat mal yang perlu dibayarkan oleh orang yang memiliki harta dan telah mencapai nishabnya.

 Dimanakah Tempat Untuk Membayar Zakat Penghasilan?

Kak, mungkin ada sebagian orang mempertanyakan kemanakah untuk membayar zakat penghasilan. Cara penyaluran zakat penghasilan bisa dilakukan dengan berbagai metode. Anda bisa menyerahkannya kepada lembaga amil zakat seperti di Laznas Griya Yatim & Dhuafa. Cara penyerahan ke lembaga amil itu bisa dilakukan lewat Kitabisa, Donasiberkah, Gojek, Shopee, Lazada.

Kak, selanjutnya Laznas Griya Yatim & Dhuafa akan menyalurkan zakat tersebut kepada orang-orang yang membutuhkan. Dan termasuk dalam golongan yang berhak untuk menerima zakat. Nah, cara selanjutnya, Anda bisa menyalurkannya sendiri dengan memberikan zakat kepada  mereka yang membutuhkan atau orang-orang yang ada di sekitar lingkungan anda. Bahkan, tak jarang, penerima zakat penghasilan yang Anda keluarkan adalah saudara atau kerabat sendiri.

Baca Juga : Daftar 5 Aplikasi Bayar Zakat Online

Apakah Sah Zakat Yang Kita Keluarkan Kepada Saudara?

Di sini, ada sebuah pertanyaan yang muncul. Apakah zakat yang diberikan kepada kerabat atau saudara diperbolehkan dan apakah sah? dalam hal ini, para ulama memperbolehkan pemberian zakat kepada saudara atau kerabat. Hanya saja, ada syaratnya yang harus kita ketahui terlebih dahulu sebelum kita memberikan zakat kepada mereka. Syarat tersebut adalah:

Zakat Penghasilan Yatim Dan Janda Bagaimanakah Hukumnya?
             Zakat Penghasilan Yatim Dan Janda Bagaimanakah Hukumnya?

Saudara atau kerabat tersebut termasuk di dalam golongan yang wajib untuk menerima zakat. Nah golongan penerima zakat tersebut yakni fakir, miskin, gharim (orang yang terlilit utang), mualaf, fisabilillah, hamba sahaya, ibnu sabil, dan amil.

Kak, ketahuilah untuk memberikan zakat kepada Saudara atau kerabat yang bukan termasuk orang yang Anda nafkahi. Nah siapa saja yang termasuk sebagai orang yang wajib untuk kita nafkahi? Penerima zakat penghasilan atau zakat umum lainnya tidak lain adalah jalur nasab ke atas dan ke bawah. Sebagai contoh, orang tua, istri, anak, dan cucu.

Baca Juga : Jenis-Jenis Zakat, Syarat Serta Tata Cara Dalam Perhitungannya

Kak, dalam hal ini para ulama memperbolehkan untuk pemberian zakat yang ditujukan kepada saudara, paman, bibi, atau kerabat dekat lainnya. Apalagi, ketika saudara atau kerabat dililit dengan hutang piutang atau dalam berstatus sebagai janda atau anak yatim yang tidak mampu.

Zakat Kepada Saudara atau Kerabat Memiliki Nilai Lebih

Kak, ternyata pemberian zakat kepada kerabat baik yang di lilit dengan hutang atau pun yang berstatus janda dan anak yatim. Ternyata memiliki pahala yang luar biasa dibnadingklan zakat biasa. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Zakat kepada orang miskin nilainya zakat biasa. Zakat kepada kerabat, nilainya dua: zakat dan menyambung silaturahmi. (HR. Ahmad, Nasai, Turmudzi,).

Yuk Tunaikan Zakat Penghasilan

Yuk Kak, tunaikan zakat penghasilan di Laznas Griya Yatim & Dhuafa, Insya Allah akan membawa keberkahan baik yang memberi maupun yang menerima zakat tersebut. Dan semoga Allah menerima dan juga membalas dengan balasan yang lebih baik lagi. Aamiin. Itulah artikel zakat penghasilan untuk yatim dan janda yuk tunaikan.

English EN Indonesian ID
Scroll to Top