Griya Yatim & Dhuafa

Zubair bin Awwam

admin

Zubair bin Awwam adalah salah satu dari sahabat mulia Rasullah yang sudah dijamin masuk surga bahkan sebelum ia meninggal dunia. Zubair bin Awwam merupakan seorang pembela Rasulullah dimana dialah yang menghunuskan pedang pertama kali untuk membela Rasulullah. Zubair juga disebut sebagai hawari-nya Rasulullah. Rasulullah bersabda : “Setiap Nabi memiliki Hawari (pembela setia), dan Hawari(pembela setia)ku adalah Az Zubair” (Muttafaq alaihi)

Zubair adalah keponakan dari istri Rasulullah yang pertama yaitu Siti Khadijah RA., karena ayah dari Zubair merupakan saudara laki-laki dari Khadijah RA. Ada pula ibunda dari Zubair adalah bibi dari Rasulullah, yaitu Shafiyyah binti Abdul Muthalib. Nasab seorang hawari Rasulullah ini adalah, Zubair bin Awwam bin Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushay bin Kilab al-Qurasyi al-Asadi. Kun-yahnya adalah Abu Abdullah.

Zubair bin Awwam

Zubair dilahirkan 28 tahun sebelum hijriah, memeluk islam ketika ia berusia 15 tahun melalui perantara Abu Bakar RA. Zubair termasuk 7 orang yang pertama kali masuk islam. Ketika Zubair memeluk Islam, banyak terjadi perbincangan di antara kafir Quraisy yang mencela keislaman Zubair ini. Mereka sangat marah pada Zubair terutama kalangan keluarganya. Pamannya Zubair sangat marah ketika mendengar kabar tersebut. Lalu ia menggulung Zubair dengan tikar lalu dibakar, sambil memaksa Zubair untuk kembali ke agama nenek moyang nya. Tapi, dengan keimanan yang sangat kuat, Zubair berkata : “Aku tidak akan kembali kepada kekufuran selama-lamanya”.

Zubair adalah salah satu sahabat nabi yang ikut berhijrah ke Habasyah. Ketika di Habasyah Zubair menikahi putri dari Abu Bakar, yang bernama ‘Asma binti Abu Bakar. Zubair juga turut ikut serta ketika Rasulullah berhijrah ke Madinah. Di Madinah Zubair di karuniai anak, putra pertamanya adalah Abdullah, dan yang kedua adalah Mush’ab. Meskipun terbilang sukses, Zubair hidup dengan keluarganya dalam kesederhanaan.

Selain di juluki sebagai Hawari Rasulullah, Zubair dalam kesehariannya adalah seorang pedagang yang sukses. Zubair bin Awwam salah satu sahabat yang kaya dan dermawan, gemar bersedekah, dan telah membagikan seluruh hartanya kepada orang-orang fakir, sehingga dia tidak meninggalkan sedikitpun dari hartanya itu untuk dirinya sendiri.

Baca Juga : Kisah Sa’ad bin Abi Waqqash

Bahkan dia mencurahkan jiwa dan hartanya di jalan Allah Subhanhu Wa ta’ala. Ka,ab berkata tentangnya, “Az-Zubair memiliki 1000 macam kekayaan yang dikeluarkan untuk perjuangan, dan tidak ada satu dirhampun yang masuk kedalam rumah (disedekahkan seluruhnya), beliau mensedekahkan seluruh hartanya. Zubair tidak pernah khawatir akan kemiskinan. Dia tidak pernah ragu dalam bersedekah karena keimanaan yang sangat kokoh yang di miliki oleh hawari Rasulullah ini.

Zubair bin Awwam merupakan salah seorang dari para pahlawan di setiap medan tempur. Dia selalu hadir dan berada di garis depan untuk membela Rasulullah. Zubair meninggal ketika terjadi perang Jamal. Yaitu ketika ada perselisihan diantara para sahabat mengenai hukuman untuk pelaku pembunuhan Utsman bin Affan RA. Pada saat itu, Zubair dan juga Thalhah berada di sisi yang berseberangan dengan Sang Khalifah Ali bin Abu Thalib RA. Zubair terbunuh ketika sedang melaksanakan solat selepas meninggalkan medan perang.

Sebelum Zubair meninggal sebagai seorang syuhada, Zubair bin Awwam bersungguh-sungguh dalam menyisihkan uangnya untuk melunasi utang-utangnya. Ketika ia meninggal dunia, sebagian dari tanah yang dimilikinya digunakan untuk melunasi utang-utangnya terlebih dahulu, dan kemudian sisanya dibagikan kepada ahli waris.

Yuk kita petik hikmah dari kisah Sang pemberani yang dermawan, Zubair bin Awwam ini. Kita harus menjadi sosok yang berani ketika membela islam. Selain itu, kita juga harus teladani kedermawanan Zubair yang bersedekah tanpa khawatir akan kemiskinan. Kita harus percaya bahwa harta yang kita keluarkan untuk sedekah merupakan tabungan yang akan menolong dan memberi manfaat nanti di akhirat kelak.

440 views