zakat mal untuk siapa

Zakat Mal Ditujukan Untuk Siapa Saja? Ini Daftarnya!

Zakat mal bukan sekedar kewajiban, tetapi juga cara untuk membersihkan harta dan hati. Menunaikan zakat mal dapat memberikan dampak besar bagi penerima dan pemberi.

Admin
Admin 17 Mar 2025

Zakat mal adalah kewajiban penting bagi umat Islam yang mampu secara finansial. Namun, banyak yang bertanya, zakat mal ditujukan untuk siapa sebenarnya? Apakah hanya untuk kaum miskin atau ada kelompok lain yang berhak menerimanya?

Pertanyaan ini sering muncul, terutama ketika seseorang ingin menunaikan zakat mal. Agar lebih jelas, mari kita pahami siapa saja yang berhak menerima zakat mal berdasarkan syariat Islam.

#Zakat Mal Ditujukan untuk Siapa Saja?

Zakat mal telah diatur untuk diberikan kepada delapan golongan. Setiap golongan ini memiliki kriteria yang sudah jelas dalam Al-Qur'an. Berikut adalah daftar penerima zakat mal:

#1. Fakir

Fakir adalah golongan pertama penerima zakat. Mereka adalah orang-orang yang hampir tidak memiliki harta atau penghasilan. Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup seperti makan sehari-hari, mereka sangat kesulitan. Fakir menjadi prioritas utama dalam penyaluran zakat mal karena tingkat kekurangan yang mereka alami sangat mendesak.

#2. Miskin

Golongan miskin sedikit lebih baik daripada fakir, tetapi tetap hidup dalam kekurangan. Mereka mungkin memiliki penghasilan atau pekerjaan, tetapi jumlahnya tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dasar secara layak. Meskipun memiliki sedikit penghasilan, hidup mereka masih jauh dari kata cukup.

Kedua golongan ini (fakir dan miskin) memiliki posisi penting dalam penerimaan zakat mal, seperti yang disebutkan dalam hadis bahwa zakat tidak diberikan kepada orang kaya atau mereka yang mampu bekerja.

#3. Amil Zakat

Amil zakat adalah pihak yang mengelola zakat, mulai dari perencanaan, pengumpulan, hingga pendistribusian. Dalam pelaksanaannya, mereka juga berhak menerima bagian dari zakat sebagai bentuk kompensasi atas pekerjaan mereka. Dana ini digunakan untuk gaji, biaya operasional, dan kebutuhan lembaga amil zakat lainnya.

#4. Mualaf

Mualaf adalah orang yang baru memeluk Islam. Bantuan zakat diberikan untuk mendukung mereka agar lebih kokoh dalam keimanannya. Zakat mal menjadi salah satu cara Islam menunjukkan kepedulian dan kasih sayang kepada mereka. Ini menjadi bukti bahwa Islam mengutamakan persaudaraan. Intinya, zakat untuk mualaf adalah wujud dukungan baik secara spiritual maupun materi.

Baca juga: Apa Perbedaan Zakat dan Sedekah dan Kapan Harus Dilakukan?

#5. Budak (Riqab)

Meskipun perbudakan secara resmi sudah tidak ada, kategori riqab ini menunjukkan kepedulian Islam terhadap kaum yang terpinggirkan. Pada masa lalu, zakat diberikan kepada budak yang ingin membebaskan diri dari perbudakan.

Saat ini, kategori ini relevan dengan bantuan bagi mereka yang berjuang untuk keluar dari kondisi keterikatan ekonomi atau sosial yang menjerat.

#6. Gharim (Orang yang Berhutang)

Orang yang terlilit hutang juga termasuk golongan penerima zakat. Hutang ini bisa terjadi karena berbagai alasan, seperti musibah, bencana, atau kebutuhan mendesak untuk keluarga.

Namun, zakat hanya diberikan jika hutang tersebut bukan hasil dari perbuatan maksiat. Bantuan ini bertujuan untuk meringankan beban mereka dan membantu mereka keluar dari kesulitan finansial.

#7. Fi Sabilillah

Fi sabilillah merupakan orang yang sedang berjuang di jalan Allah. Ini mencakup banyak hal, mulai dari jihad, dakwah, hingga upaya penegakan agama. Dalam konteks modern, fi sabilillah juga dapat diartikan sebagai pihak-pihak yang berkontribusi dalam kegiatan sosial atau pendidikan yang bertujuan untuk kebaikan umat.

#8. Ibnu Sabil

Ibnu sabil merupakan musafir yang sedang kehabisan bekal di perjalanan. Mereka tidak memiliki cukup dana untuk melanjutkan perjalanan. Zakat mal diberikan untuk membantu mereka kembali ke tempat asal atau melanjutkan tujuan. Hal ini menunjukkan kepedulian Islam terhadap sesama.

Setiap golongan ini memiliki hak yang sama untuk menerima zakat mal. Oleh karena itu, distribusi zakat harus dilakukan secara adil dan tepat sasaran.

#Berzakat Memberikan Dampak yang Besar

Zakat mal bukan sekedar kewajiban, tetapi juga cara untuk membersihkan harta dan hati. Menunaikan zakat mal dapat memberikan dampak besar bagi penerima dan pemberi.

Sebagai pemberi, Anda akan merasakan ketenangan karena harta Anda menjadi lebih berkah. Sementara itu, bagi penerima, zakat mal adalah solusi nyata untuk keluar dari kesulitan.

Menyalurkan zakat mal kini lebih mudah bersama Griya Yatim dan Dhuafa. Kami memastikan zakat Anda sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Jangan ragu untuk berbagi kebaikan. Dengan zakat mal, Anda turut membantu mereka yang membutuhkan sekaligus membersihkan harta Anda. Yuk, tunaikan zakat sekarang juga!

Tags